Tengah malam tadi, daun semanggi mengetuk pintu kamarku
Saat kubuka, ia berkata pelan:
"Hujan kah di luar?"
Aku tak mengerti, kemudian menggeleng.
: "Bukankah kamu yang semenjak tadi berada diluar?"
Ia diam. Kupikir ia menggeleng.
: "Gilakah kau?"
Aku menggeleng. Mungkin mengerti.
"Apa aku gila karena tak mengerti apakah di luar hujan atau tidak?"
Ia tersenyum. Kemudian berkata:
"Justru hujan turun saat kamu menjadi gila."
Lalu hujan turun deras. Daun-daunnya tercerabut dari batang dan hilang disapu angin. Aku terdiam sendiri. Gilakah aku?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar