Senin, 19 Oktober 2026

sekedar biji sawi

kadang aku ragu pula. 

Sedang tulisan yang mengalir dari ujung jari kurasa cukup menghidupi mulut hingga sore tiba. 

Dan dunia seluas ini, sekedar biji sawi pun seharusnya bisa ku makan juga. 

Sedang dari semua versiku, ada aku yang harus keluar di suatu hari pagi itu. 

dari jutaan

dari jutaan kota yang ada, akhirnya aku memilih jatuh di pelukanmu juga. 

dari nyala ribuan lampu kota dan bianglala, toh terang matamu yang akhirnya membuatku terus ada. 

dan dari semua tempat yang ku pernah singgah, hanya teduhmu yang dapat kupanggil rumah

Rabu, 26 Agustus 2026

ada sebagian aku padamu

ada aku di bola matamu
tatapanku di sela-sela kedipanmu
nafasku di alveolimu


sebenar-benarnya

apa saat seseorang benar-benar sendiri, apakah ia menjadi dirinya yang sebenar-benarnya? 

Atau sunyi hanya menjadikannya seorang sufi, sedang keramaian menjadikannya batu sungai tepian? 

andai dirinya

andai dirinya saat ini bukan dirinya saat ini
telah hanyut ia di laut
di larung ombak, di nina bobokan pasang

andai dirinya esok hari adalah dirinya yang kemarin
masih sendiri ia, duduk di bangku taman hingga pagi

andai dirinya kemarin adalah dirinya yang sama saat ia masih bayi
dipeluk eratnya ibunya karena ia tahu yakin:
"Semua akan baik-baik saja. "

Minggu, 21 September 2025

Tentang kata-kata

kata-kata yang pernah keluar pagi ini akan bisa keluar lagi lebih baik di lusa hari. 

Tapi ia harus keluar sekarang atau kalimat akan buntu dan pikiran berkeliling mencari kalimat memburu. 

Harapan-harapan yang keluar hari ini bisa jadi akan lebih buruk daripada yang keluar dia puluh tujuh tahun lalu. 

Tapi ia harus keluar karena mimpi yang ada seburuk apapun akan lebih baik daripada mimpi yang tak pernah ada. 

Merapi

Telah terdengar kabar dari kemarin: ribuan tahun lalu. 

Tentang cerita Merapi, membakar seluruh ternak dan rimba. 
Yang menumbuhkan segala lebih baik. 

Yang menutupi jalan dan kota dengan abu. 
Yang membuka mata untuk dunia yang lebih apik