ada aku di bola matamu
tatapanku di sela-sela kedipanmu
nafasku di alveolimu
Melankolisme
Rabu, 26 Agustus 2026
sebenar-benarnya
apa saat seseorang benar-benar sendiri, apakah ia menjadi dirinya yang sebenar-benarnya?
Atau sunyi hanya menjadikannya seorang sufi, sedang keramaian menjadikannya batu sungai tepian?
Atau sunyi hanya menjadikannya seorang sufi, sedang keramaian menjadikannya batu sungai tepian?
andai dirinya
andai dirinya saat ini bukan dirinya saat ini
telah hanyut ia di laut
di larung ombak, di nina bobokan pasang
andai dirinya esok hari adalah dirinya yang kemarin
masih sendiri ia, duduk di bangku taman hingga pagi
andai dirinya kemarin adalah dirinya yang sama saat ia masih bayi
dipeluk eratnya ibunya karena ia tahu yakin:
"Semua akan baik-baik saja. "
telah hanyut ia di laut
di larung ombak, di nina bobokan pasang
andai dirinya esok hari adalah dirinya yang kemarin
masih sendiri ia, duduk di bangku taman hingga pagi
andai dirinya kemarin adalah dirinya yang sama saat ia masih bayi
dipeluk eratnya ibunya karena ia tahu yakin:
"Semua akan baik-baik saja. "
Minggu, 21 September 2025
Tentang kata-kata
kata-kata yang pernah keluar pagi ini akan bisa keluar lagi lebih baik di lusa hari.
Tapi ia harus keluar sekarang atau kalimat akan buntu dan pikiran berkeliling mencari kalimat memburu.
Harapan-harapan yang keluar hari ini bisa jadi akan lebih buruk daripada yang keluar dia puluh tujuh tahun lalu.
Tapi ia harus keluar karena mimpi yang ada seburuk apapun akan lebih baik daripada mimpi yang tak pernah ada.
Merapi
Telah terdengar kabar dari kemarin: ribuan tahun lalu.
Tentang cerita Merapi, membakar seluruh ternak dan rimba.
Yang menumbuhkan segala lebih baik.
Yang menutupi jalan dan kota dengan abu.
Yang membuka mata untuk dunia yang lebih apik
Aku dan kau dan (sepenuhnya)
Dalam setiap hela nafas yang tak terhenti,
di antara celah rel kereta,
di setiap rasa ingin pulang dan terluka.
Selalu ingin ada (berdua) untuk bersama.
Seperti gravitasi, sepenuhnya kita akan selalu ada
Kamis, 18 September 2025
Menanakmu
terang sedang menanakmu,
menjadi bujur yang menjulur. Jalan yang terdampar. Jatuh yang tersungkur.
Dan rintik-rintik orang menjelma tangis. Ribuan orang, jatuh.
Langganan:
Postingan (Atom)