Rabu, 19 Desember 2012

Isak

Mari pulang, pintumu menunggumu terisak.
Ubin-ubinmu berderik rindu, pepohonan terkenang saat menyelubungimu dengan bayang-bayangnya.

Meja makanmu tumpah ruah, gelas-gelasmu pecah, dan kuburan ibumu. Dan kuburan ibumu.

Betapa kamu merindukan malam-malam saat adzan maghrib masih tersangkut di telinga dan kamu seorang sendiri banjir diatas nisan.

Kamu ucapkan kalimat rindu sebaik-baiknya. Sebaik-baiknya. Dan kau rindu dengan sesungguh-sungguhnya. Sesungguhnya-sungguhnya.

Kau bayangkan takkan sempat anak-anakmu memanggil neneknya. Tak sempat pula dicicipinya masakan-masakannya. Tak sempatnya diceritakan tentan keluarga alan. Tak sempat pula dibacakan olehnya doa saat perut-perut kecilnya merintih kesakitan.

Dan kamu merindukannya. Siapa yang tidak.

Kamu butuh tidur. Ah tidak, kamu tak pernah butuh tidur. Kamu hanya selalu butuh mimpi. Dan mimpi adalah penawar rindu termurah yang terbaik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar