Kamis, 09 November 2017

Ia datang dari jauh

Ia datang dari jauh
sejak pukul lima sore ia telah duduk di teras rumahmu. Menunggu. 

Setelah dihajar panas kota ia mengusap peluh
tanpa mengeluh. 

Ia sabar menunggumu, 
setelah tiba ia mengetuk pintu dan disambut ibumu:

"Ia sedang keluar saat ini. Mari masuk ke ruang tamu." 

Ia menolak halus dan memohon diizinkan duduk di teras depan rumahmu. Menunggumu. 

"Ia akan tiba suatu waktu."
Ujar ibumu. 

Dan Ia terus menunggu sampai gelap malam habis diusir lampu. 

Kamis, 02 November 2017

Saksofon

Ia selalu akan mengetuk pintu jika kebetulan hadir di depan kamarku sebelum kemudian diam-diam masuk ke dalam saat aku tak melihat lalu memandangku dan memintaku memainkan lagu yang sama berulang-ulang sebelum menghentikanku dengan sentuhan lembut jemarinya di atas saksofonku sembari tersenyum lalu pulang sebelum pagi tiba. 

Dan aku hanya menunggu waktu tiba sampai ketukanmu terdengar lagi pada suatu malam entah seberapa lama

Rabu, 01 November 2017

Pohon Apel

Pohon Apel pun masih mengeja namamu
pada cuaca-cuaca tidak tahu malu
di kota kita setiap malam Rabu
dan setiap Sabtu.

Selasa, 17 Oktober 2017

Lelaki Bekerja

Ada pilihan tak terhingga yang kini mencegahnya untuk tidak pulang sebelum jam makan siang menemuimu lalu memutuskan untuk berhenti bekerja dan tidak akan sekalipun menyentuh kertas-kertas usang di meja kantornya lagi.

Tapi ia masih disini kan? Dan kamu masih bekerja. Ia hanya menanyakan kabarmu sekilas, mengucapkan selamat beraktivitas lalu berharap pada tanggal 25 (lebih cepat jika tanggal 25 kebetulan jatuh pada hari Sabtu Minggu atau hari besar negara) gajinya akan masuk ke rekeningnya.

Disimpannya foto Polaroidmu yang sedang menari di acara tujuh bulanan keponakannya beberapa bulan lalu dan ia merasa semua akan baik-baik saja. Kalau rasa bosan sudah memuncak, ia akan turun ke bawah, menghisap rokok, dan jika beruntung ia bisa menelepon dan berbicara denganmu.

Jika sudah tidak ada email yang masuk atau bosnya menyuruh ia lembur, ia akan pulang seenaknya meninggalkan meja kantor yang berantakan karena ia tahu esok pagi ia akan kembali, mengulang rutinitas yang sama, dan pulang dengan meja yang sedikit lebih berantakan dari pertama kali ia masuk kerja dulu.

Jumat, 13 Oktober 2017

Seiras

Ada seseorang yang duduk di kursimu dan ia hampir dirimu
dengan bola mata hitam sekelam malam, nyaris seperti milikmu
dengan bayangan janji-janji bermain tenang dikelopak matanya, menyerupai dirimu.

Aku melihat dirimu dengan aromamu di bangkunya, tapi ia bukan dirimu.

Rabu, 04 Oktober 2017

Mendengar dirimu tertawa

Mendengar dirimu tertawa membuatnya mustahil untuk tidak berpikir bahwa dirinya adalah bagian penting yang membuatmu tertawa, dengan tertawa serupa malam-malam yang ia habiskan berkelana seorang diri dengan isi perut sudah terkuras habis beberapa hari lalu dan ia hanya mampu memandangi rembulan kemudian alih-alih membayangkan tentang keindahannya ia hanya mampu berpikir betapa indah jika ia bisa mati sendiri malam ini, dibawah rembulan lalu pagi tiba dan ia akan ditemani mentari sampai ditemui oleh seorang petani yang kebetulan akan menggemburkan tanah dengan kotoran kerbaunya yang ia warisi dari ayahnya lima belas tahun lalu dan seperti dirinya kini kerbau itu mulai sakit-sakitan dengan kotoran dibercaki darah semerah dahak yang keluar dari tenggorokannya sendiri saat ia terbatuk-batuk dan mengerang memecahkan segelas air putih yang ia coba ambil setengah mati jam dua malam, beberapa jam sebelum ia akan menemui sesosok mayat dalam perjalannya mencoba menggemburkan kebun kacangnya yang sudah beberapa tahun ini dirasa semakin sedikit jumlah kacang yang ia hasilkan.

Selasa, 26 September 2017

Ulysses

Ia rasa kamu masih tercium seperti saat kalian bertemu beberapa minggu lalu kemudian berpisah di pantai karena kamu harus pergi ke rumah sedang ia hanya mampu diam saja di pantai sampai malam hampir tiba tak bisa mencegahmu pulang dan membayangkan serta mengingat betapa aroma rambutmu saat kalian berdua saja di pantai tadi yang terasa seperti aroma musim panas yang takkan pernah berakhir sedang ia sedari tadi hanya tersenyum seharian seperti orang tolol menyaksikanmu bermain air di laut selaiknya putri duyung yang seakan diciptakan hanya untuk tampak sedemikian indah di laut dan tersenyum mesra menatapnya yang memandangmu dari kejauhan dan berpikir betapa ia beruntung bisa berada denganmu saat ini walau ia tahu benar bahwa kamu akan pulang sebentar lagi dan kalian tidak akan bertemu sampai beberapa minggu lagi.

Dan aromamu masih seperti itu betul aroma musim panas yang mengingatkannya pada saat ia masih sembilan tahun dan bermain di halaman rumahnya betul  dan mengingatkannya akan cerita-cerita tak kunjung habis dari televisi tentang Lassy yang bermain di Andes betul dan membuatnya berpikir  tentang betapa menyenangkannya jika ia bisa bermain di tempat yang lebih dingin dari halaman rumahnya tempat ia bermain saat ini betul aroma yang sama seperti saat ia pergi ke rumah kekasih masa kuliahnya dulu dan ia mengeluarkan bolu pandan bersalut coklat yang ia yakin pernah ia rasakan walau dalam hati ia juga yakin tak pernah ia rasakan bolu pandan seenak ini. Betul