Ketika punggungmu lelah dihajar debu jalanan dan matamu tak mampu lagi mampu membedakan kecepatan kendaraan sebenarnya.
Di tengah kantukmu kamu berpikir:
Apakah aku benar-benar berada di jalanan Britania Raya saat ini? Apakah kecepatan mengacaukan pikiranmu dan membawamu ke suatu tol di Pulau Jawa, mendengarkan Dialog Dini Hari menuju Jakarta?
Tapi kamu sadar kamu disini. Dan tidak disini. Kamu di mana-mana. Kamu bukan pengunjung. Kota lah yang datang dan pergi di sekelilingmu.
Jadi wajar saja kamu tak mampu membedakan Manchester, Liverpool, Birmingham dengan Bandung atau Jakarta sekalipun. Karena kamu tak pernah kemana-mana. Kota lah yang mengunjungimu.
Dengan batu bata usang, tepian trotoar, jembatan penyebrang jalan. Mana bisa kamu membedakan kota dari jarak dekat?
Lalu kamu terbangun. Puisi ini tercipta saat kamu setengah tertidur. Tidak masalah. Justru puisi terbaik tercipta saat kamu tak sedang i ingin berbuat apa-apa.
Dan kali ini? Aku rasa aku sedang tak ingin berbuat apa-apa di Manchester.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar