Tandukmu yang semalam mengoyak paru-paruku kini telah tergantung gagah diatas ruang tamuku.
Kamu tak sempat menghela nafas pagi itu, aku ingat tentu. Dan tentang ceritamu? Siapa yang selalu ingat seluruh cerita tentang seseorang pada suatu waktu?
Lalu aku?
Aku akan pulang dengan tangan di dalam saku dan mata menatap segala penjuru. Aku kira sekarang pukul dua, masih maukah kamu keluar rumah dan pulang menyambutku?
Telah kuterima suratmu tadi pagi.
"Ketika kamu terima suratku, aku sudah jauh pergi..."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar