Rabu, 04 Januari 2023

hingga pagi

aku-kita tak pernah ada, kukira.
yang ada hanya lidah di antar gerigi dan teman kosanmu yang berpura-pura tidur di kasur (yang bukan milik kita, kurasa)

"Aku masih ingin menghirup aroma nafas beraroma tuakmu."

aku nyaris tak tahu mana yang nyata. hanya jemari di depanku yang kusangka ada, surga tahu.

akhirnya tiba suatu malam kamu tak lagi menunggu di depan pintu. aku masuk sendiri, tak tertidur hingga pagi

Metronom

Hatiku metronom, tak pernah diam.
tak berketuk tapi berdetak perlahan. 

tak berandai-andai, hanya bergerak.

mungkin bersuara tapi tak pernah terdengar (kadang aku tak tahu pasti)

hatiku hatiku, tak pernah tak ada.
(apa saat hatiku tak ada aku masih ada? aku bertanya)


Suatu kabar suatu masa

kabar tak ada rasa, ia hanya ada.
suatu tempat suatu masa.

kamu katakan suatu hari:
"Kamu tentukan sendiri suatu berita, apakah ia baik atau buruk."

aku balas dengan diam. kopiku semakin dingin. seperti dirimu

"Kita nyaris seperti...:"
ujarku. tapi kuhentikan. kamu tak bertanya. kamu hanya melirik jam di atas kepalaku sedang aku melihat kamu lekat-lekat.

"Satu seperlima belas." ujarmu.
aku bilang aku tak pernah sampai sana. Jarak antara kota-kota dan satu seperlima belas terlalu jauh, alasanku. tapi dalam hati aku tahu bahwa aku sebenarnya tak peduli tentang berita darimu.

7 7 7

yang kamu lakukan 7 tahun lalu kamu mungkin tak ingat lagi

mungkin kamu ada di suatu tempat suatu masa,

duduk sendiri atau berdua

terduduk atau tertidur

terbangun

lalu berpikir sendiri apa yang akan kamu lakukan 7 tahun lagi.

siapa kira kamu akan duduk sendiri menulis puisi di Duri?

Selasa, 03 Januari 2023

Kazakhstan

titik tengah antara Norwegia dan Indonesia tak pernah lagi muncul dalam diskusi kami. sekarang hanya ada bayang-bayang tentang yang akan datang, yang akan pulang, dan yang akan berakhir malang.

dan saat air matanya mengalir pelan-pelan dari sudut matanya dan terjatuh di atas kaki telanjangnya, nyaris kalah aku melawan keinginan untuk jatuh cinta lagi padanya.

tapi ya itu tadi, Norwegia terlalu dingin sedang Indonesia terlalu panas. 

suatu waktu ia mengeluh tentang betapa sun-block terbaik pun tak mampu juga mencegah kulitnya untuk terbakar. aku hanya tertawa
sedang suatu hari aku mengeluh betapa dinginnya udara Norwegia yang mampu membuat ujung jemariku kaku. ganti ia yang tertawa
lalu kami jadikan cerita indah tentang hidup berdua di suatu gurun di Kazakashtan, tepat di antara Norwegia dan Indonesia.

betapa kuat keinginan? hanya sekuat butir pasir di Kazakhstan yang tersapu angin Mansoon dari Indonesia ke Norwegia

Selasa, 05 April 2022

Pergi ke Meksiko

Meksiko tak pernah jauh darimu, ia mendekam baik-baik di sela-sela hari dan muncul diam-diam dalam pikiranmu.

"Suatu hari aku akan pergi ke Meksiko," ujarmu suatu pagi. Aku kemudian merajuk untuk pergi bersama, kamu menggeleng dan berkata:

"Di kota semacam yang ku pikirkan tak pernah perlu orang semacam kamu (kaukira)."

Jadi pada suatu pagi telah kau berikan seluruh harta dan kunci ke halaman sempit di bawah rumahmu. Maka nanti aku takkan pernah terkejut jika suatu hari ada kiriman Tequila ke rumahku (rumahmu dulu-Red) dengan namamu sebagai pengirimnya.

Yang hitam selalu ada

Yang hitam selalu ada dalam kelopak matamu, menyanyikan soneta saat matahari hampir terbenam dan bulan melingkar sempurna.

Dan seperti serigala-serigala, taringmu menghujam logam serupa perak.

Jantungmu berdebar, pikiranmu berubah, dan kamu bersumpah kamu benar-benar mencintaimu masa itu.

(Kamu tak perlu lagi berpura-pura)