membaca pesan-pesan masa lalu membuatmu teringat bahwa kamu pernah menjadi sesua
tu
pada seseo
rang.
membaca pesan-pesan masa lalu membuatmu teringat bahwa kamu pernah menjadi sesua
tu
pada seseo
rang.
tapi kamu kalah lalu menyerah.
tergeletak kamu di antara tiang-tiang berniang dan menjulang.
dan kamu merasa percuma.
percuma.
Bagaimana kalau kamu mulai memasak dan aku mulai menari?
hingga microwave berdenting, akan ku kenang langkah-langkah. kamu akan mengingat harus belanja apa esok hari.
aku akan mengingat harus bagaimana mencintaimu seribu tahun lagi
(atau hingga microwave berdenting sejenak lagi)
Pohon Apel pun masih mengeja namamu
pada cuaca-cuaca tidak tahu malu
di kota kita setiap malam Rabu.
Seperti zikir, ia ingatan.