sekejap saja ia hadir terdiam di depan gigi taringmu
terselip diantara
taring
geraham
dan
remah-remah
ja
gung
menceritakan tentang cerita-cerita yang terkadang
(mau diakui atau tidak)
seperti dusta
tapi tetap saja kamu berkata lantang
"laki-laki semacam aku (dan hanya aku sajalah yang) tak pernah berdusta."
membiarkan kata-katamu ditadaburi tanpa berpikir oleh yang mengamini tiba-tiba.
kamu diam, mungkin karena setuju, mungkin juga karena
hendak membual
lagi
lagi
dan
;lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar