Rabu, 28 Juni 2017

Never m(eant)ind

Telah didekasikannya olehnya suatu lagu dalam suatu daftar putar di pemutar musiknya menjadi lagumu dan milikmu saja.

Ia tahu karena lagu seperti mesin waktu perasaan. Ia akan ingat suatu malam saat ia berkendara sendiri, hujan rintik-rintik menutup kaca mobilnya dan ia berpikir tentangmu dan kamu saja. 

Dan nanti jika lagu sudah habis, ia akan kembali bekerja begitu saja atau habis meneguk segelas kopi diatas meja

Sabtu, 24 Juni 2017

Bumi kesekian


Pada malam itu akhirnya ia yakin juga bahwa memang tak pernah ada kita di dunianya saat ini. 

"kamu tahu aku tak pernah berkata dusta." 

Tutupnya malam itu. Ia mengangguk sambil mengetuk setir mobil menahan mata yang perih karena asap rokoknya beberapa waktu lalu. 

Diantarkannya kamu pulang lalu ia berandai di bumi keberapa mereka berdua saling berpelukan dan meyakinkan satu sama lain bahwa semua memang baik-baik saja saat mereka berdua dan ia tak pernah sendiri dalam pikirannya. 

Dan saat ia sadar bukan di bumi yang ini mereka berdua, ia banting setir menuju rumah dan tertidur lelap sampai subuh hampir tiba

Kamis, 22 Juni 2017

Valles Marineris

jadi kamu harus berani menahan air liur dan menegak darah jika perlu,
di sekeliling hanya mengangguk. kamu hanya menggeleng tak percaya, sejauh itukah antar bumi dan semesta?

tapi pada akhirnya kamu tiba pula di tempat tak bernama dan karena itu kamu bisa menamakannya sesukanya,

"Malam ini aku seperti Columbus, menjelajah dunia baru dan ini adalah Indiaku."
gumammu dalam hati. kamu tak ucapkan kepada siapapun, kamu tak ingin disangka megalomania tua seperti dirinya sebenarnya.

Senin, 19 Juni 2017

Puisi tentang bola mata

tentang bagaimana kalau suatu ada sesuatu atau seseorang yang diam-diam memata-matai bola mata indahmu tak pernah sedikitpun terbesit dalam pikirannya walau sekejap,

ia akan pulang sore hari, lalu tertidur pada malam hari, bekerja pada hari-hari dan begitu seterusnya.

apabila sempat pada setiap sabtu dan minggu atau salah satu dari kedua hari itu, ia akan keluar dengan sepedanya dan berkhayal dirinya saat ini adalah dirinya saat masih duduk di bangku kelas satu sekolah dasarnya dulu yang masih berkhayal bahwa sepedanya adalah sepeda terbang dan jalan raya tampak seperti angkasa yang ramah.

dan saat sudah berakhir bahagianya yang sebentar itu, akan pulang, membasuh kaki dan wajah seperlu sebelum tertidur untuk bekerja lagi senin nanti.

dan apabila ia tak sempat memperhatikan hari apa hari ini, ia hanya perlu mengeluarkan handphonenya dari saku dan mengecek sekilas hari yang terpampang jelas di layar utama handphonenya sambil membiarkan pesan, "Bagaimana kabarmu sekarang?" tetap tak terbaca. pesan sama yang sudah berhari-hari mengerak di layar notifikasi handphone nya.

Ia hanya akan pulang, mungkin mendengarkan Coldplay dan Radiohead di atas sepeda motor dan merasa tidak ada apa-apa di semesta selain ia, jalan raya, dan suara-suara.

ia tak harus dimana-mana, pekerjaan memberikannya perasaan bahwa ia berarti dan itu lebih dari cukup. cicilan motornya sudah lunas bulan lalu, kosannya sudah dibayar untuk tiga bulan ke depan, ia tak butuh apa-apa saat ini, dan bukankah itu membuatnya orang paling kaya  (di pikirannya) saat ini?

ia tak perlu mengirim pesan padamu untuk mengajakmu berkencan. ia hanya akan menunggumu sampai kamu bosan menunggu lalu meneleponmu dan seperti menang lotere (begitu ujarnya sendiri, kamu berani bersumpah) ia bahagia saat mendengar suaramu. 

dan kamu harus pulang sedang ia selalu ingin pergi. jadi mungkin suatu titik di suatu hari kalian akan bertemu saat ia hendak ke barat dan kamu hendak ke timur. lalu kalian menanyakan kabar dan mendadak semua menjadi kabur.

tentang kota, tentang negara, tentang segala sesuatu yang ada. tentang kalian yang tak pernah ada, pembicaraan omong kosong di dalam kereta waktu malam sudah tiba dan nyanyian bisu yang kalian nyanyikan berdua.

dan apakah ia harus tetap menunggu? tentu tidak perlu.

apakah yang perlu diingat oleh seorang bisu yang belajar bernyanyi? atau bahasa isyarat apa yang harus di pahami oleh si buta. kalian berdua selalu bisa menceritakan tentang segala sesuatu dengan tidak indah. siapa yang butuh indah jika kamu berada disampingnya sudah membuatnya sedemikan bahagia (begitu ujarnya sendiri, kamu tidak berdusta)

telah habis malam dan kini fajar akan tiba. kamu selalu ada dimana-mana termasuk pikirannya. sekejap kamu menjelma mimpi indah saat ia terbangun dan akan Shalat Fajar. dan bukankah kamu harusnya selamanya akan harus seperti itu? 

Kamis, 15 Juni 2017

Segelas waktu

Ia akan tetap memesan segelas waktu di warung kopi dekat rumahmu setiap muncul kelabu 

Dibiarkannya waktu perlahan-lahan ludar dan menjelma menjadi kopi hitam pahit yang ia teguk terperlahan. 

Sebagai ganti mimpi indah yang semestinya ia bisa dapatkan malam ini, ia akan ditemani dengan imajinasi nya tentangmu yang hadir di seberang bangkunya yang kosong dan mulai bercerita tentang seribu kota dari ratusan negara yang terlalu kultus. 

Dan itu lebih dari cukup. 
Dan itu baik, lebih dari baik. 

Zona waktu serangga satu spesies

Nona di Barat, adakah perbedaan zona waktu yang dirasakan semut-semut yang walau berbeda tapi masih satu spesies yang sedari tadi mondar-mandir di tembok kamar kita satu sama lain?

Ataukah zona waktu hanya milik kita para manusia? Dan semut atau serangga walaupun satu spesies dan tinggal dalam temboknya termasing hanya memiliki untaian harap serupa biji tasbih dalam sungutnya. 

Nona di Barat dan Tuan di Selatan, apakah jalanan dan harap hanya pernah menjadi milik salah satu dari kalian sedang salah satu berharap bahwa rindu bukan serupa karet gelang yang terulur sesalah satu jemari nona atau tuan? 

Dan walau kalian masih satu spesies, apakah ada benar-benar individu yang mampu merasakan sesama dan rindu yang identik? 

Selasa, 06 Juni 2017

Lelaki di atas bukit

Pada saat aku menulis ku sebagai ku dan mu sebagai mu dan bukan sebaliknya,

"Kita serupa Konstelasi, Sayang. Sayang kita tak pernah lebih dari ini."

Bagaimana cara menghitung bintang-bintang di angkasa dan jumlah bebatuan di atas bukit. Karena bukit terlalu luas dan kamu terlalu jauh sedang pikiran terlalu sempit.
Dan kamu terlalu jauh sedang aku terlalu ingin sendiri dan bayangan tentang kita serupa angan-angan tak pernah tercapai pada suatu hari.