Lalu mengapa pula kamu masih duduk di halaman, memandang taman dan menggumam rindu? Selamat pagi. Aku harap kamu ada di rumah saat ini. Kadang aku teramat muak dengan nada panggil teleponmu dan pikiran yang melumat perasaan. Waktu itu pukul satu. Kamu mungkin tertidur di kamar atau sibuk meronce duka. Saat itu aku sedang pulang, sungguh. Untuk apa aku berduka? Lalu matahari serupa peluru, sayang cahaya tak mampu membunuh manusia. Lalu mengapa pula kamu masih duduk di halaman, memandang taman dan menggumam rindu? |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar