Bagaimana kalau kamu ciptakan sendiri jemarimu lalu saling terkait dan kemudian berjalan pulang?
Tak ada lagi yang tersisa tentang mimpi,
sayang waktu terlalu terburu-buru.
Lama kelamaan kamu terlupa tentang buku-buku jari, ulir-ulir kuku dan cerita tentang telunjuk dan kelingkingmu.
Kamu tak sempat berkata atau kamu mungkin lupa karena tak pernah bercerita. Bagaimana dengan kenangan? Ah omong kosong
Tidak ada komentar:
Posting Komentar