Selasa, 25 Maret 2014

Jemarimu telah pulang

Bagaimana kalau kamu ciptakan sendiri jemarimu lalu saling terkait dan kemudian berjalan pulang?
Tak ada lagi yang tersisa tentang mimpi,
sayang waktu terlalu terburu-buru.

Lama kelamaan kamu terlupa tentang buku-buku jari, ulir-ulir kuku dan cerita tentang telunjuk dan kelingkingmu.

Kamu tak sempat berkata atau kamu mungkin lupa karena tak pernah bercerita. Bagaimana dengan kenangan? Ah omong kosong

Minggu, 23 Maret 2014

Angin membawamu

Entah kemana lagi angin telah membawamu. Kadang kamu berandai-andai apakah laut dan tanah semudah itukah dibawa angin?

Walau kamu masih ingin tertidur, angin menamparmu pelan. Lalu ia menciummu. Lalu ia meninggalkanmu di kota baru.

Dan lagi-lagi kamu membereskan perkakasmu, memutihkan matamu lalu mengucapkan selamat tinggal dan selamat tinggal pada dua kota yang berbeda

Kartu pos

Tak ada kartu pos yang lebih baik dari kartu pos yang berasal dari kepalamu.
Mungkin dengan cerita dan berjuta koma tanpa titik,
dan sekali lagi: tak ada kartu pos yang lebih baik dari kartu pos yang berasal dari kepalamu

Selasa, 11 Maret 2014

Sajak tentang kota

Sesaat lalu kamu benar-benar berada di mobilmu dan di kotamu. Tetap saja
kamu berandai-andai apakah kamu benar berada di kotamu.

Perlahan seluruh kota tampak serupa. Beda gedung, nama jalan, semua nampak kabur saat kamu memperhatikan lekat-lekat:
Tikungan, batu bata, lampu merah. Tak pernah ada yang benar-benar berbeda.

Jadi wajar ketika kamu pulang ke kotamu, kamu napak ragu. Mungkin ini memang bukan kotamu, kamu tak tahu. Lampu merah mungkin sudah berganti beberapa hari lalu, kamu tak tahu. Dan semua mungkin kamu berubah, kamu tak tahu.

Maka mau tak mau kamu hanya percaya saja pada rambu dan marka jalan. Walau kamu bersumpah kamu hampir merasa kamu pernah berada di kotamu.

Siapa yang mampu menyalahkan para musyafir?

Lalu beberapa jam kemudian saat kamu tertidur kamu akan semakin tidak yakin akan keyakinanmu. Kamu bisa berada dimana-mana dan tidak dimana-mana. Mungkin ini kota kekasihmu, sedang kamu hanya sekedar hinggap di hatinya barang sejenak.

Dan tak ada yang benar-benar berubah. Tak ada yang benar-benar sama. Tak ada yang membedakan kotamu dan jutaan kota lainnya.

Jadi bisa saja kamu dibilang egois dan bodoh saat kamu bilang ia mencintai kota ini lebih dari kota-kota lainnya

Minggu, 02 Maret 2014

Musim dingin di Texas

Beberapa hari ini aku kerap berandai-andai apakah kelak aku akan merindukan musim dingi di Texas?
Dengan udara dingin yang menusuk berseling dengan angin panas yang kadang muncul, aroma daging terbakar di udara, suara daun kering di depan pintu kamar, semuanya.

Mungkin, mungkin juga tidak. Yang jelas saat ini aku rindu setengah mati untuk segera pulang