Kamis, 29 April 2010
Enam pagi
Kamu sibuk menerka-nerka yang ada dibalik layar pagi hari
Sedang aku mencoba menebak kenapa matahari sudah enggan untuk menari
Padahal jarak antara kita hanya beberapa inci lebih beberapa senti
Kenapa harus ada pukul enam pagi?
Selasa, 27 April 2010
Diantara beranda
Mungkin kamu berandai-andai apa yang berada di antara beranda dan lantai
Kamu kira aku sudah datang seperti biasa
Rapih, mungkin dengan kemeja atau sepatu
Atau hanya salah satu, sepatu dengan kaos
Jadi saat bel kutekan bolak-balik, kubayangkan kau berteriak-teriak panik
Dan aku sibuk mengintip jendela, mencari refleksimu yang mungkin ada
Lalu berpura-pura sibuk melihat ke jalan raya
Bertingkah bahwa aku sedang tak menunggu siapa-siapa
Sayangnya saat yang keluar bukan kamu kemudian dikatakan bahwa kamu tak ada
Aku hanya terdiam dan berpikir bahwa kamu tak pernah berandai-andai tentang apa yang ada diantara beranda dan lantai
Kemudian hanya ada aku yang berandai-andai tentang apa yang ada diantara motorku dan beranda:
putus asa
Kusembunyikan
Kusembunyikan baik-baik perasaanku padamu sampai-sampai aku sendiri tak tahu bahwa aku mencintaimu
Senin, 26 April 2010
Bulan
Diterkanya bulan sedang malas terbit malam ini
Jadi ia nikmati malam ini dengan kekelamannya
Dan ia berpura-pura membenci pagi dengan segala kehangatannya
Ia temui kerikil-kerikil yang selama ini dilupakannya
Lalu kepada batu-batu yang selama ini tanpa sadar diludahinya
Dan terakhir kepada sinar bintang yang selama ini hilang entah kemana
Rabu, 21 April 2010
Sepi
Ada suatu ketika tak ada yang menyapa dirinya sama sekali dalam mimpi
Dan dalam hati ia merasa sepi setengah mati
Jadi ketika saat suatu hari ia mendengar suaramu, ia tak tahu harus tersenyum atau merasa sepi lagi
Ia ingin berpura-pura memilikimu, namun pura-pura tak membantu apa-apa
Ia ingin memilikimu, namun memilikimu tak merubah apa-apa
Ia ingin meninggalkanmu, namun meninggalkanmu akan membuatnya menjadi bukan apa-apa
Selasa, 20 April 2010
Kamis, 15 April 2010
Pukul empat
Tadi pagi pukul empat aku tahu-tahu terbangun dan tak bisa tertidur lagi
Yang terdengar hanya sunyi yang bernyanyi sepi
Dan angin yang berputar ringan di ruangan
Aku lupa akan mimpiku tapi kukira dalam mimpiku ada kamu
Dan kalaupun tak ada, aku tetap bisa membayangkanmu kan?
Selasa, 13 April 2010
Sungguh aku sedang tak ingin berpuisi
Tidak ada yang bisa mengeja satu lebih baik dari seribu
Saat kau menghadiri pesta acak kemudian nyala api membakar perlahan kelambu di sekitarmu
Dan kau tak tahu apa-apa, benar-benar tak tahu apa-apa
Maka hanya kau teguk sekilas air di gelasmu sambil berpikir apa yang salah dengan semesta
Jadi suatu saat ketika kau mengira harapan sudah habis kau berharap ia benar-benar habis
Tentang cinta yang datang dan kau enggan bahkan untuk sekedar menyapa
Maka kau putuskan untuk menulis walau kau tak tahu tak ada apa-apa untuk ditulis
Sungguh aku sedang tak ingin berpuisi
Minggu, 11 April 2010
Jumat, 02 April 2010
Metro mini
Ia ingin sekali menjadi seseorang yang menepuk pelan pundakmu saat kau terkantuk-kantuk diatas metro mini siang itu dan memberi tahu bahwa tujuanmu sudah terlewat beberapa puluh meter
Tapi seperti biasanya, ia urungkan niatnya. Dibiarkannya kau terbangun terkaget-kaget sambil menoleh kanan dan kiri kemudian berteriak-teriak panik menyuruh kondektur atau supir atau siapa saja untuk membuat metro mini itu berhenti
Pada saat seperti itulah ia baru berteriak membantu, kemudian dalam hati berharap amat sangat bahwa kau ingat untuk mengucapkan terima kasih
Langganan:
Postingan (Atom)