Rabu, 23 Desember 2009

Akulah hitam

Yang menelusup riang di dalam hatimu, kemudian menghapus kelam Tapi hei, aku gelap? Kelam mana yang tidak tunduk pada gelap? Lalu kemudian aku (harap) akan menjadi senja yang menolak dikatakan pagi atau malam Pernahkah kau berandai-berandai, kenapa diantara biru dan hitam hanya ada jingga? Karena hitam itu adalah masa lalu, biru adalah masa depan, dan jingga itu tak pernah ada Dan aku masih tetap saja hitam kan?

Jumat, 18 Desember 2009

Abstrak

Dan mata tak tuli selagi telinga tak pernah buta Lalu kataku tak lagi bermakna selama buta tak pernah melihat Kemudian perih mengalir sepi tak seberapa lama selama duka tak mengalir lama

Rabu, 16 Desember 2009

Satu tiga kali

Impianmu dihancurleburkan Oleh angka satu, ya hanya satu Satu yang berjejer tiga kali Bagai bedil mereka membidikmu Mengarahkan moncong-moncong mereka tepat ke arah matamu Dan sebelum sempat bernafas, kau sudah tak berada disini Yang menyedihkan bukan kehilangan impian Yang menyedihkan mempermalukan (tapi bukan dirimu)

Selasa, 15 Desember 2009

Keping

Sekeping hatiku untukmu Kemudian sekeping lagi Lalu sekeping lagi Sekeping lagi Hei, sejak kapan kamu memiliki seluruhnya?

Minggu, 13 Desember 2009

Puisi ini untukmu dan tak berbasa-basi

Kau tahu aku selalu tersenyum tanpa henti Saat mendengar suaramu Tak aneh memang Tapi aku tersenyum seharian

Aku ingin menulis 4 bait puisi malam ini

Aku ingin menulis 4 bait puisi malam ini
Satu tentang aku
Satu tentang kamu yang tak ada habis-habisnya
Satu lagi tentang kita

Baru bait kedua, kata-kataku sudah habis
Aku? Aku yang mana?
Kamu? Kamu yang mana?
Kita? Kita yang mana?

Ah lagi-lagi hanya mampu sebanyak ini 3 bait puisi yang tak jelas tentang siapa
Entah kamu, aku, atau kita
Akan kucoba lagi, nanti suatu malam

Jutaan dan satu

Berdua denganmu kurasa tak begitu menyedihkan Ada dirimu, matamu, suaramu Jutaan dirimu, dan aku Lalu jutaan dirimu dan jutaan diriku Kemudian hanya aku dan kamu Aku dan kamu Aku dan kamu

Sabtu, 12 Desember 2009

Kalau aku hujan

Akan kubisikkan kata-kata cinta dengan lembut di setiap tetesku Kemudian ia akan meresap ke dalam tanah Lalu ke dalam hatimu Dan suatu hari nanti, aku sungguh berharap kamu akan merindukanku (yang turun rintik-rintik)

Jumat, 11 Desember 2009

Kebetulan

Kebetulan saja aku berada disitu Lalu kau menangis keras-keras seakan aku tempat peraduanmu Dan aku hanya bisa tersenyum, berdusta saat berkata "Semua akan baik-baik saja" Aku tak tahu tentang kemarin dan yang sudah-sudah Atau juga tentang yang akan terjadi esok nanti atau sedetik lagi Yang aku tahu aku dan kamu berada disini Lalu kau tersenyum cerah Dan mendadak aku tak lagi berada disitu

Sabtu, 05 Desember 2009

Ayah

Seberapa aku cinta ayahku tanyamu? Andaikan kalau aku mati bisa membuat ia tersenyum, sungguh aku akan mati sepuluh kali agar dia tertawa

Selasa, 01 Desember 2009

I am (not) evil

Oh yeah, maybe I am (not)