Sesekali masih sempat ia untuk duduk sendiri dan membuang senyum. Ia biarkan asap berterbangan di udara dan ingatannya mengembara sembunyi-bunyi di bawah awan. |
Rabu, 13 November 2013
Sesekali
Jumat, 08 November 2013
Sedangkan
Sedangkan kamu menjelma kata diawal puisi ini, aku hilang menjadi jalan berbatu Dan jalan tak juga habis sementara matahari pwrlahan-lahan mengambil gelap. Sejak semula sudah kuambil tangismu, air matamu dan senyummu. Ia menjelma menjadi sedu-sedan di hari rabu. Lalu nanti kita akan bertemu. Mungkin di hari sabtu. Atau mungkin minggu |
Sabtu, 02 November 2013
Lampu dan waktu
Pada malam serupa ini biasanya saya suduk di halaman sambil memperhatikan lampu jalan. |
Saya benar-benar minta maaf untuk puisi kali ini
Ia tak lagi menulis puisi. Otaknya sudah dipenuhi kabel-kabel dan aliran listrik.
Sedang udara diam-diam menjadi penghantar yang baik.
Sedang paru-paru, jantung dan hati menjelma menjad kristal yang baik
Sedang udara diam-diam menjadi penghantar yang baik.
Sedang paru-paru, jantung dan hati menjelma menjad kristal yang baik
Jumat, 18 Oktober 2013
Cara menulis puisi yang baik
Mungkin cara terbaik menulis puisi adalah sekedar menulis.
Tak ada yang mengetahui kenapa kata-kata keluar berurutan, hanya sekedar harus keluar.
Mungkin juga ingatanmu adalah bumbu yang paling baik. Mungkin juga andaikan kamu tak beringatan, puisi-puisimu akan menjadi lebih baik.
Mana ku tahu, aku tak pernah tak beringatan
Tak ada yang mengetahui kenapa kata-kata keluar berurutan, hanya sekedar harus keluar.
Mungkin juga ingatanmu adalah bumbu yang paling baik. Mungkin juga andaikan kamu tak beringatan, puisi-puisimu akan menjadi lebih baik.
Mana ku tahu, aku tak pernah tak beringatan
Satu akar puisi
Kapan terakhir kali kamu menulis bung? Ah, mungkin kamu sudah lupa.
Tapi sekali-kali tidak akan menyakitimu jika mengingat bahwa huruf dan kata takkan hadir kecuali seseorang mengucapkannya.
Sedang puisi, sebaik-baik dan seburuk-buruknya tetap membutuhkan pikiran seseorang untuk sekedar hadir
Tapi sekali-kali tidak akan menyakitimu jika mengingat bahwa huruf dan kata takkan hadir kecuali seseorang mengucapkannya.
Sedang puisi, sebaik-baik dan seburuk-buruknya tetap membutuhkan pikiran seseorang untuk sekedar hadir
Kamis, 10 Oktober 2013
Setelah pulang
Setelah pulang, hanya ada foto dan lukisanmu terdiam di dinding kamar.
Sedang udara yang sempat kamu hembus di ruangan ini pelan-pelan sudah keluar lewat celah jendela dan pintu.
Sedang udara yang sempat kamu hembus di ruangan ini pelan-pelan sudah keluar lewat celah jendela dan pintu.
Langganan:
Postingan (Atom)