Jumat, 26 April 2013

Setengah bagian

Bagaimana kalau kamu tiba-tiba terbangun dan menemui setengah otakmu sudah dicuri waktu,
tanyamu suatu waktu.

Aku tak tahu. Mungkin akan kupakai setengahnya untuk menari. Atau memang aku tak pernah memakai setengah bagiannya selama ini

Jumat, 19 April 2013

Anyelir

Mungkin saja jika kamu terlambat jatuh cinta padanya pada esok hari, sudah kamu temui bunga anyelir terisak dibawah sepatu.
Air matamu. Air matamu. Lalu menetes perlahan mengairi anyelir.
Lalu beberapa tahun kemudian orang-orang akan terheran-heran menemui anyelir merah tua yang tumbuh di antara trotoar jalan raya.

Yang tak pernah ada

Kalau suatu hari salah satu dari kalian atau kami membuka beberapa lembar cerita lama pun takkan ditemui cerita tentang orang yang tak pernah ada.

Tentang mimpi-mimpinya, jari kelingking dan bola mata yang berkeliaran bebas.

Orang yang tak pernah ada tak pernah meninggalkan mimpinya diatas selembar kertas. Atau dihanyutkan dalam botol. Sama tidak mungkinnya ia untuk melarung mimpinya di sungai dekat rumahnya yang tak pernah ada.

Dan ia akan berkata jujur. Maksudku dusta macam apa yang akan mucul dari mulut orang yang tak pernah ada?

Senin, 15 April 2013

(Cinta)

Maka nanti pada malam saat malam mengucapkan selamat malam padamu, aku hanya tersenyum menawarkan tangan untuk menari bersamamu.

Lalu nanti jika hujan tiba dan rintik2 aku akan menawarkan senyuman yang sebaik-baiknya senyum.

Dan kalau ternyata petir sempat hadir maka aku akan tertawa kencang dan kita terpanggang oleh (cinta) kita sendiri

Kamis, 04 April 2013

Sabit

Bulan sabit yang bersembunyi dibalik busurmu mengatakan ringan padamu untuk segera:
pulang.

Lalu rindu-rindu yang mendadak muncul di antara udara dan pepohonan sekitar membuatmu ingat untuk segera:
tidur.

Senin, 25 Maret 2013

Langit

Sedetik setelah kakimu lepas landas dari udara, kamu akan sadar bahwa pada sebenarnya kamu takkan pernah merindukan pulau ini.
Tak juga udaranya, aroma bunga di sekitarmu, dan juga cahaya yang menyeruak masuk ke jendelamu

Tapi Ya Tuhan, betapa kamu akan merindukan langit-langit yang serupa di tanah ini.

Jumat, 22 Maret 2013

Puisinya yang terakhir

Mungkin ini puisinya yang terakhir. Siapa yang bisa tahu?

Lalu nanti jika beberapa tahun kemudian ia membuka perkamen-perkamen lama, ia akan menyesal setengah mati kenapa ia tak mampu menulis lagi.

Maka jika saat itu tiba, ia akan menyalahkan mata karena buta, telinga karena tuli, dan tangannya karena lumpuh.