Maka nanti pada malam saat malam mengucapkan selamat malam padamu, aku hanya tersenyum menawarkan tangan untuk menari bersamamu. Lalu nanti jika hujan tiba dan rintik2 aku akan menawarkan senyuman yang sebaik-baiknya senyum. Dan kalau ternyata petir sempat hadir maka aku akan tertawa kencang dan kita terpanggang oleh (cinta) kita sendiri |
Senin, 15 April 2013
(Cinta)
Kamis, 04 April 2013
Sabit
Bulan sabit yang bersembunyi dibalik busurmu mengatakan ringan padamu untuk segera: Lalu rindu-rindu yang mendadak muncul di antara udara dan pepohonan sekitar membuatmu ingat untuk segera: |
Senin, 25 Maret 2013
Langit
Sedetik setelah kakimu lepas landas dari udara, kamu akan sadar bahwa pada sebenarnya kamu takkan pernah merindukan pulau ini.
Tak juga udaranya, aroma bunga di sekitarmu, dan juga cahaya yang menyeruak masuk ke jendelamu
Tapi Ya Tuhan, betapa kamu akan merindukan langit-langit yang serupa di tanah ini.
Tak juga udaranya, aroma bunga di sekitarmu, dan juga cahaya yang menyeruak masuk ke jendelamu
Tapi Ya Tuhan, betapa kamu akan merindukan langit-langit yang serupa di tanah ini.
Jumat, 22 Maret 2013
Puisinya yang terakhir
Mungkin ini puisinya yang terakhir. Siapa yang bisa tahu?
Lalu nanti jika beberapa tahun kemudian ia membuka perkamen-perkamen lama, ia akan menyesal setengah mati kenapa ia tak mampu menulis lagi.
Maka jika saat itu tiba, ia akan menyalahkan mata karena buta, telinga karena tuli, dan tangannya karena lumpuh.
Lalu nanti jika beberapa tahun kemudian ia membuka perkamen-perkamen lama, ia akan menyesal setengah mati kenapa ia tak mampu menulis lagi.
Maka jika saat itu tiba, ia akan menyalahkan mata karena buta, telinga karena tuli, dan tangannya karena lumpuh.
Beberapa waktu yang lalu
Bulan yang tiba-tiba muncul di hadapannya tak pernah peduli apakah dirinya yang saat ini adalah sama dengan dirinya beberapa hari yang lalu, beberapa bulan yang lalu, atau bahkan beberapa tahun yang lalu.
Dan udara yang datang dan pergi di sekitarnya tak pernah tahu apakah oksigen yang mengalir disekujur tubuhnya itu adalah sama atau tidak dengan oksigen beberapa saat yang lalu.
Lalu beberapa jemarinya yang menggenggam harap, tak pernah yakin apakah harapan yang dipegangnya kini adalah sama atau tidak dengan harapan yang dibawanya saat masih kecil.
Dan ia ingat benar saat ia masih kecil dan keluar ke teras rumah, disaksikannya bulan, udara dan jemarinya ada disekitarnya.
Ia sempat bersumpah bahwa apapun yang terjadi, bulan, udara, dan jemarinya akan tetap sama.
Lalu kini? Ia tak pernah tahu. Apakah bulan, udara dan jemarinya adalah bulan, udara, dan jemarinya yang sama dengan bulan, udara, dan jemarinya yang dimilikinya beberapa waktu lalu.
Dan udara yang datang dan pergi di sekitarnya tak pernah tahu apakah oksigen yang mengalir disekujur tubuhnya itu adalah sama atau tidak dengan oksigen beberapa saat yang lalu.
Lalu beberapa jemarinya yang menggenggam harap, tak pernah yakin apakah harapan yang dipegangnya kini adalah sama atau tidak dengan harapan yang dibawanya saat masih kecil.
Dan ia ingat benar saat ia masih kecil dan keluar ke teras rumah, disaksikannya bulan, udara dan jemarinya ada disekitarnya.
Ia sempat bersumpah bahwa apapun yang terjadi, bulan, udara, dan jemarinya akan tetap sama.
Lalu kini? Ia tak pernah tahu. Apakah bulan, udara dan jemarinya adalah bulan, udara, dan jemarinya yang sama dengan bulan, udara, dan jemarinya yang dimilikinya beberapa waktu lalu.
Rabu, 20 Maret 2013
Malam-malam
Malam-malam itu ada yang habis dengan tidur bersembunyi baik-baik diantara mimpi.
Ada pula yang habis dengan lampu kamar menerangi huruf dan angka di atas tubuhmu yang tertidur.
Ada pula yang habis denganmu menuliskan segala sesuatu yang sebenarnya kamu tak pernah tahu apa itu.
Ada pula yang habis dengan lampu kamar menerangi huruf dan angka di atas tubuhmu yang tertidur.
Ada pula yang habis denganmu menuliskan segala sesuatu yang sebenarnya kamu tak pernah tahu apa itu.
Kotak bergambar hati
Aku tak habis pikir kenapa masih kau bawa-bawa pula kotak bergambar hati milikmu itu.
Lalu kutanya pelan padamu,
"Aku tak habis pikir masih kau bawa-bawa pula kotak bergambar hati milikmu?"
Kamu menjawab pelan,
"Ini bukan kotak bergambar hati, Sayang. Ini adalah hatiku bergambar kotak."
Lalu kutanya pelan padamu,
"Aku tak habis pikir masih kau bawa-bawa pula kotak bergambar hati milikmu?"
Kamu menjawab pelan,
"Ini bukan kotak bergambar hati, Sayang. Ini adalah hatiku bergambar kotak."
Langganan:
Postingan (Atom)