sekejap saja ia hadir terdiam di depan gigi taringmu
terselip diantara
taring
geraham
dan
remah-remah
ja
gung
menceritakan tentang cerita-cerita yang terkadang
(mau diakui atau tidak)
seperti dusta
tapi tetap saja kamu berkata lantang
"laki-laki semacam aku (dan hanya aku sajalah yang) tak pernah berdusta."
membiarkan kata-katamu ditadaburi tanpa berpikir oleh yang mengamini tiba-tiba.
kamu diam, mungkin karena setuju, mungkin juga karena
hendak membual
lagi
lagi
dan
;lagi.
Jumat, 22 Februari 2019
Senin, 11 Februari 2019
betapa menyenangkannya
betapa menyenangkannya (ia duga) ketika ia berpura-pura bahwa ia adalah orang pertama tahu segala dan menarasikan langkah kaki kanan-kiri mu sampai kamu tertidur di sebuah.
kasur.
dan betapa semua cahaya pada akhirnya mengingatkannya pada temaram abu kelambunya di bawah naungan telingamu tengah tertunduk di pahamu.
menangis.
dengan air mata yang merembas perlahan-lahan di antara lipatan betis dan pahanya sampai jadi kolam di telapak kakinya.
selamanya
kasur.
dan betapa semua cahaya pada akhirnya mengingatkannya pada temaram abu kelambunya di bawah naungan telingamu tengah tertunduk di pahamu.
menangis.
dengan air mata yang merembas perlahan-lahan di antara lipatan betis dan pahanya sampai jadi kolam di telapak kakinya.
selamanya
Langganan:
Postingan (Atom)