Minggu, 27 November 2016

18

Sulit untuk tidak membaca berita dan berhenti membayangkan bahwa ketika suatu nama disebut sesungguhnya bukan dirinya yang dimaksud. Ia hanya tersenyum membayangkan tentang bagaimana cuaca Jogja hari itu dan betapa indah andaikan ia bisa bersamamu.

Tapi ia tak bersamamu kan?

Ia tak pernah membayangkan yang aneh-aneh. Duduk berdua dan mungkin di tengah-tengah pembicaraan kalian entah mengapa ia mendadak memutuskan untuk melamarmu. Kamu hanya akan tersenyum dan menanggap semua hanya canda. Tapi tak pernah ada canda pada cintanya padamu.

Ia lupa apa yang terjadi padanya malam itu. Ia ingat menyalakan dupa dan berdoa singkat sebelum tertidur nyenyak seperti batu. Tapi ia tak ingat selain itu. Sungguh.

Ia ingat akan ingatan yang tak pernah terjadi:  Ia ingat tentang angkasa dan beberapa ekor kura-kura. Atau kelinci dan mengajari orang buta bagaimaba caranya membaca.

Suatu malam ketika ia Desember

Apakah akhirnya kamu bertemu denganmu sendiri pada suatu malam di hari Sabtu itu?
Maaf aku tak sempat tiba, sebentar lagi November habis dan kamu tentu ingat betapa Desember merindukanku.

Bukan berarti aku tak merindukanmu, kadang-kadang kata sedemikian sulit menyampaikan maksud. November hanya 30 hari, sama andai saja 1 hari adalah satu tahun. Dan satu tahun adalah satu hari.

Jadi kita tidak akan bisa bersama untuk beberapa masa ke depan, aku tak akan minta maaf untuk itu. Kenapa pula aku harus minta maaf untuk itu? Aku akan menjelma menjadi Desember. Bukan untukmu, bukan untukku. Tapi untuk kita

Senin, 14 November 2016

Menjadi yang tidak ada

Kali ini akan masih tertinggal aroma rambutmu di sarung bantalku beberapa hari setelah kamu pergi meninggalkan kamar ini.
Ini masalah pengalaman, hal yang sama terjadi beberapa waktu yang lalu.

Kemudian tentu saja kamu harus pergi, aku mengerti tak ada yang mampu mengekang seseorang terlalu lama.
Indah mungkin kalau aku bisa menyimpan sebagian darimu dan selamanya tak perlu kemana-mana.

Lalu sayang salah satu atau kedua dari kita akan berubah menjadi sesuatu yang tidak ada.

Senin, 07 November 2016

Kalau ada mu

Kalau ada mu yang selain mu, maka aku sudah pulang malam itu. 

Ternyata tidak, aku mau tak mau masih terduduk di halaman sampai pukul tujuh. 

Kamis, 03 November 2016

Terlalu lama

Kamu terlalu lama duduk di gedung tinggi, terlena dengan hembusan dingin pendingin ruangan dan kursi empuk super ergonomik. 

Sehingga kamu lupa rasanya bercengkrama di pinggir jalan sembari duduk di bangku kayu usang sambil dihajar debu dan kumpulan riak yang mengering di udara. 

Kamu lupa betapa kamu mencintai kopi murah. Kamu ingat dulu pernah membandingkan brp ml satu kemasan dan mencoba membandingkan satu merek dengan merek lainnya tentang mana yang lebih banyak jika kamu mengeluarkan beberapa lembar uang seribuan. 

Kamu terbiasa menikmati kopi asam yang tak pernah kamu suka. Sungguh tak pernah kamu suka. Lalu kamu anggap wajar dan berpikir:

"Kopi memang harus begini. Kenapa harus banyak berpikir lagi?"

Siapa yang mendikte rasa harus begini atau begitu. Ampas adalah cita rasa, ujarnya dalam hati. Tapi ia tak pernah benar-benar menolak ketika seseorang menceritakan tentang tata cara meminum kopi harus begitu dan begini. 


Kamu jatuh cinta dengan kopi super pahit yang pernah kamu teguk yang dibuat oleh nelayan yang mengajakmu memancing suatu dulu. Kamu ingat kamu melepehnya dan tak pernah sadar bahwa beberapa tahun kemudian kamu merindukannya. 

Aku yang dulu bukanlah aku yang sekarang. 
Aku setuju. 

Tapi menjadi Aku yang sekarang bukan berarti melupakan segala sesuatu yang menjadikanmu (ka)mu yang dulu

Kolibri

Suratmu tiba juga akhirnya,
mungkin beberapa hari yang dijanjikan oleh kantor pos yang kebetulan buka 24 jam di jalan menuju kantormu itu terlewat karena tukang pos salah mengirim. 

Aku tertawa saat suratmu tiba, kamu tempel perangko di alamatmu bukan di alamatku. Untung ia tak sampai kerumahmu.

Omong-omong, kamu bertanya apakah ada yang berbeda dari suratmu sebelumnya. Maksudku, apakah yang tak ada yang berbeda dari surat yang kamu tulis sebelumnya?

Kertasmu mengecil, tulisanmu mengecil. Serupa Kolibri. Serupa dan seperti aku tak pernah paham apa perbedaannya