Anakmu kini 25 tahun awal bulan Desember tahun ini dan ia tak pernah yakin bahwa benar-benar sudah 25 tahun.
Ia merindukanmu masuk diam-diam ke kamarnya setiap tahun dengan membawa kue dan hadiah.
Setiap tahun ia berpura-pura terkejut, setiap tahun pula ia tak pernah berpura-pura bahagia.
Ia benar-benar bahagia.
Ia benar-benar merindukanmu.
Jadi ibuku sayang, ibuku yang cantik, ibuku yang...
Aku selalu berandai-andai bahwa Tuhan ingin mencabut nyawamu ketika kamu sedang cantik-cantiknya. Dan jika itu memang benar, maka Ia tepat mencabut nyawamu saat itu, kamu tak tahu betapa cantiknya kamu saat itu.
Tapi Ia tak pernah dengan baik menjelaskan padaku harus bagaimana aku merindukanmu dengan rindu yang serindu-rindunya?
Ibu, aku ingin menangis dipangkuanmu