Tak ada lagi yang menemaninya mengobrol saat tengah malam. Jelas saja kini ia semakin fasih berbincang sendiri dengan kertas dan puisi. |
Rabu, 29 Oktober 2014
Mengobrol tengah malam
Semalam saat hujan
Sudah lama Jakarta tidak hujan hingga tak bisa kuingat lagi kapan terakhir kali pohon di halaman basah kuyup oleh rintik hujan. Saat ini pukul setengah dua belas malam. Beberapa hantu mungkin sedang bersiap menakuti. Hantu yang baik mungkin duduk saja memperhatikan hujan baik-baik: Adakah yang lebih indah dari Jakarta saat hujan malam hari? Tentu ada. Banyak. Tapi malam ini hanya ada kamu Jakarta dan rintik-rintik hujan yang turun perlahan mencintaimu. |
Pikir pikiranmu
Tidak perlu hilang kalau kamu hanya ingin ditemukan. Aku di matamu, Hatimu selembar kain, jiwaku lebih hitam dari jelaga, Tapi aku masih perlu pulang kan? Hanya ada tetesan air dari keran yang bocor di kamar mandi menyambutmu. Dan kamu enggan untuk ke kamar mandi sebenarnya jadi kamu tak pernah sadar bahwa ada yang menyambutmu pulang. Aku ingin tidur, pikirmu. |
Sabtu, 25 Oktober 2014
Puisiku takkan pernah indah
Puisi- puisiku takkan pernah indah. "Pelangganku yang baik, telah keluar musikalisasi puisi Aldo RS serupa Sapardi. Mungkin ada sedang ingin mendengar dan enggan membajak? " Sayang, sudah kukatakan tadi namun akan kuulangi lagi. " Pelangganku yang baik, telah keluar kumpulan puisi Aldo RS serupa Joko Pinurbo. Mungkin ada sedang enggan membaca berdiri disini dan ingin membaca di rumah? " Tapi pembacaku yang baik, karena puisiku tak pernah indah dan baik untuk dinyanyikan itulah makanya aku bisa santai saja menulis puisi. (Seburuk apapun) |
Pulang malam ini
Jikalau aku benar-benar pulang malam ini, apakah kamu akan memaafkanku? Jadi mungkin saja kamu bisa simpan sementara air matamu dan bisa kamu lanjutkan kembali ketika aku pergi. |
Kamis, 16 Oktober 2014
Sewaktu
Sewaktu kau tak ada jendela jam masih berseru sementara aku hanya diam. Mungkin aku harus diam, mungkin jam harus berputar, mungkin aku harus berputar dan jam harus diam. |
Sabtu, 11 Oktober 2014
Pulang melupakan janji
Lalu kapan kamu akan pulang melupakan janji? Tapi Sayang, aku lebih butuh dari sekedar cinta. Aku butuh kamu untuk pulang |