Di Apotek sore itu apoteker sibuk meracik obat dibalik kelambu, Apoteker tersenyum, Aku ragu, kemudian bertanya pelan, Ia membalas pelan, Aku tersenyum kemudian pergi. Jadi jangan kaget jika tiba-tiba malam nanti aku mengetuk pelan pintu rumahmu |
Selasa, 13 Mei 2014
Di Apotek
Sabtu, 10 Mei 2014
Selasa, 06 Mei 2014
Meronce
Lalu mengapa pula kamu masih duduk di halaman, memandang taman dan menggumam rindu? Selamat pagi. Aku harap kamu ada di rumah saat ini. Kadang aku teramat muak dengan nada panggil teleponmu dan pikiran yang melumat perasaan. Waktu itu pukul satu. Kamu mungkin tertidur di kamar atau sibuk meronce duka. Saat itu aku sedang pulang, sungguh. Untuk apa aku berduka? Lalu matahari serupa peluru, sayang cahaya tak mampu membunuh manusia. Lalu mengapa pula kamu masih duduk di halaman, memandang taman dan menggumam rindu? |
Langganan:
Postingan (Atom)