Sesekali masih sempat ia untuk duduk sendiri dan membuang senyum. Ia biarkan asap berterbangan di udara dan ingatannya mengembara sembunyi-bunyi di bawah awan. |
Rabu, 13 November 2013
Sesekali
Jumat, 08 November 2013
Sedangkan
Sedangkan kamu menjelma kata diawal puisi ini, aku hilang menjadi jalan berbatu Dan jalan tak juga habis sementara matahari pwrlahan-lahan mengambil gelap. Sejak semula sudah kuambil tangismu, air matamu dan senyummu. Ia menjelma menjadi sedu-sedan di hari rabu. Lalu nanti kita akan bertemu. Mungkin di hari sabtu. Atau mungkin minggu |
Sabtu, 02 November 2013
Lampu dan waktu
Pada malam serupa ini biasanya saya suduk di halaman sambil memperhatikan lampu jalan. |
Saya benar-benar minta maaf untuk puisi kali ini
Ia tak lagi menulis puisi. Otaknya sudah dipenuhi kabel-kabel dan aliran listrik.
Sedang udara diam-diam menjadi penghantar yang baik.
Sedang paru-paru, jantung dan hati menjelma menjad kristal yang baik
Sedang udara diam-diam menjadi penghantar yang baik.
Sedang paru-paru, jantung dan hati menjelma menjad kristal yang baik
Langganan:
Postingan (Atom)