Selasa, 27 Maret 2012

Sebagian diri kita

Sebagian diri kita akan menatap mata satu sama lain dan mendapati mata milik sendiri di mata orang yang kita tatap Lalu sebagian dari diri kita akan tetap duduk mematung dibawah pohon sembari melemparkan Sombrero ke angkasa dan bersenandung riang

Rabu, 21 Maret 2012

Nak

Nak, maafkan puisi-puisi dan beberapa kata yang nantinya akan dibuat oleh ayahmu

Minggu, 18 Maret 2012

Empat puluh menjadi empat

Akhirnya kau tuai juga bibit-bibit pelangi yang kau tanam
Tak sempat kau kirimkan kabar pada beberapa orang yang sudah tinggal segelintir saja
Masihkah kau ingat saat kita saling bertukar suara lewat udara?

Atau malam-malam yang habis didepan pintu menunggu suaramu mengetuk riuh rendah pintu kamarku
Malam-malah yang habis saat membangunkan, dan membuat kita saling berharap

Mungkin itu adalah kondisi sebaik-baiknya kita dalam seburuk-buruknya kita
Tak sempat kukatakan tentang puisi-puisi pertamaku yang kubuat hanya untukmu
Tentang rembulan sama yang mengintip dibalik langit ribuan kilo kita
(Rembulan yang sama) yang diam-diam hadir di nama kita (dan kita sembunyikan baik-baik)

Lalu kita simpan baik-baik dalam hati saat kita bicara seorang diri namun saling mendengarkan suara sama lain
Tak sempat hadir mimpi ke dunia nyata, berakhir pula empat puluh pada empat.
Empat puluh pada empat

Dan kau masih berhutang dengan hutang yang takkan pernah bisa kau bayar padaku:
Duduk, lalu bercerita secara sederhana

Hey aku selalu berharap yang terbaik untukmu!

Rabu, 07 Maret 2012

Lebih baik, lebih baik, lebih baik

Siapa mendongengkan kemarin lebih baik daripada orang yang tak pernah melihat esok? Siapa menuju senja yang lebih baik daripada malam menjelang fajar? Siapa menceritakan warna lebih baik daripada seorang buta? Siapa yang dapat bersembunyi jauh lebih baik daripada orang yang tak pernah ada?

Siapa sangka?

Siapa sangka kita akan menjadi kita yang sekarang ini dapat berkata: "Kita..." Siapa pula sangka senandung pelan: "La la la la..." mampu kita terjemahkan masing-masing menjadi larik-larik cinta yang tak habis-habis? Siapa yang dulu sempat membayangkan duduk berdua di danau namun hanya ada satu sama lain dalam pikiran kita?

Kamis, 01 Maret 2012

Jumat

Pada suatu hari Ali kecil berputar-putar sendiri lalu berkata pada teman-temannya:
"Aku memutar waktu!"

Lalu sampailah ia pada waktu kemarin yang beberapa ribu tahun lalu.
Saat gajah ungu terbang keluar dari danau dan kelelawar-kelelawar hijau keluar dari atap.

Bertemu ia dengan kelinci ramah dari bulan yang menawarinya rokok
Ali menolak sopan lantas berkata,
"Maaf tuan, ayahku melarangku merokok."

Kelinci tersenyum lantas berkata,
"Ayahmu melarangmu rokok dari bumi. Tapi pernahkah ia melarang rokok dari bulan?"

Ali bingung lantas dihisapnya rokok itu. Kabut-kabut putih keluar dari mulutnya, diam di udara lalu hinggap ditangannya lantas hilang entah kemana

Teman-temannya berteriak dari esok yang beberapa tahun kemudian:
"Ali! Akan kami selamatkan engkau dari cahaya!"

Terlambat, Ali menjelma menjadi cahaya. Atau Cahaya menjelma jadi Ali. Lalu mereka berdua hilang begitu saja saat lampu taman dimatikan

Petang

Maghrib-maghrib itu adalah waktu saat setan mulai berkeliaran,
ujarmu. Menurutku.
Mungkin kamu tak pernah mengatakannya dan aku hanya membayangkannya, aku lupa

Tapi apa bedanya saat kau dapat selalu melihat setan saat bercermin?