Selasa, 30 November 2010

Dalam setiapmu

Dalam setiapmu ada beberapamu yang tak sempat terucapkan oleh beberapa kata yang mengalir keluar dari mulutmu entah kau sedang berbahasa apa saat itu Sedang di untaian benang kain perca yang sedang kau jahit malam itu kau selipkan beberapa kata cinta yang benar-benar kau berikan hanya untukku Salahkan ketidaktahuanku, sedang aku sendiri tak henti-hentinya menyalahkan bagianku yang menyimpan sebagian dari dirimu Karena tak pernah tahu ada beberapa kata cinta diatas kain-kain perca, kupakai seenaknya ia untuk menghapus tumpahan tinta diatas meja

Kamis, 25 November 2010

Hujan siang hari

Hujan siang hari membuatnya berpikir tentang beberapa hal: Dirimu, pengendara-pengendara motor yang berteduh dibawah jembatan, dan pakaian-pakaian yang tadi pagi baru saja ia jemur Karena ia tak pernah bisa mendapatkanmu lagi atau mengusir para pengendara motor yang memakan sebagian jalan raya ia putuskan untuk diam saja dan pasrah memikirkan bahwa ia harus bersabar paling tidak sampai esok lagi sampai bisa memakai pakaian yang benar-benar kering

Kemarin dan beberapa hari yang lalu

Bukankah semalam sudah kukatakan padamu: "aku tak tahu" waktu kau katanyakan apakah ada yang berbeda dengan kemarin atau beberapa hari lalu lalu kemudian tadi pagi kau datang lagi, tetap menanyakan apakah ada yang berbeda dengan kemarin atau beberapa hari yang lalu aku tak habis pikir, lalu kujawab saja: "aku tak tahu" aku tak tahu aku tak tahu sungguh, aku tak tahu

Rabu, 24 November 2010

Berdua saja

Tak bisakah kita hanya duduk berdua saja tak perlu saling tahu nama hanya memperhatikan lampu taman yang menyala diatas kepala kita kemudian kita lupakan tentang membuka mulut dan berbicara tentang apa saja

Minggu, 21 November 2010

Serupa Nokturno

Mimpi serupa nokturno diam-diam mengendap datang terserah disukai atau tidak namun esok hari ia akan selalu datang lagi mungkin kejam (tapi tak pernah jahat) karena ia selalu ditakdirkan seperti itu. Bukankah memang kita tak pernah memilih lahir sebagai apa?

Jumat, 05 November 2010

Abu-abu vulkanis

Baru kemarin kan bung anda lihat di berita gunung merapi raksasa itu batuk-batuk, sama-sama kita saksikan kan? abu yang datang kemudian ratusan nyawa hilang, whoosh begitu saja anda berduka, tentu saja! namun saat abu-abu vulkanis merangkak merajai udara kota di sekitar anda baru anda benar-benar peduli menyedihkan? Tidak perlu bung, anda tidak sendiri (setidak-tidaknya ada saya menemani)

Senin, 01 November 2010

Ibrahim versi Ekstrim

Ibrahim tak ingin bersama siapa-siapa saat ini. Awalnya ia ingin meneguk segelas kopi berdua saja bersama satu orang yang kelak akan dicintainya setengah mati. Belum setetes pun kopi itu menyentuh bibirnya ia lantas berpikir: "Siapa yang sebenarnya ia cintai?" Ditinggalkannya secangkir kopi itu sendirian diatas meja. Ditemani lampu baca pun tidak. Ibrahim lantas berdiri meninggalkan rumahnya. Lucu, pikirnya. Pertanyaan sepenting itu kenapa baru muncul pada saat seperti ini? Ia ambil jaketnya, sengaja ia tak reslitingkan karena ia merasa sedikit keren saat angin bertiup mengibarkan jaketnya sembari berjalan. Diluar sedang malam dan dilihatnya bintang-bintang berhamburan di langit diatasnya. Ia tersenyum kemudian berkata: "Ah, bintang inilah yang akan kucintai!" Ia lalu duduk menikmati bintang-bintang itu. Lama kemudian fajar datang lalu dalam sekejap pagi tiba dan bintang-bintang itu hilang berganti matahari. Ia menggeleng sendiri: bagaimana ia bisa mencintai sesuatu yang ada lantas tiada? Kemudian ia melihat matahari lantas tersenyum: "Ah matahari inilah yang akan kucintai!" Lalu kemudian matahari terbenam. Ibrahim diam, mana mungkin ia mencintai sesuatu yang kadang ada lantas tiada? Lalu bulan mulai muncul. Ibrahim tersenyum lagi kemudian berkata: "Ah, bulan inilah yang akan kucintai!" Ia diam saja menikmati bulan. Tak terasa kemudian fajar datang dan bulan pun hilang di kejauhan. Lalu matahari kembali muncul. Ibrahim diam, mana mungkin ia mencintai sesuatu yang kadang ada lantas tiada? (Sekarang beri tahu aku, bukankah kita sebenarnya sama-sama penasaran?)