Kamis, 24 Juni 2010
Saat ini
Tak pernah ada yang hidup di hari kemarin, entah mengapa
Ada yang berandai-andai, mungkin sedikit tapi kurasa lebih banyak dari biasanya
Ah kita pun tak pernah peduli, kita hanya hidup sebentar saat ini lalu saat ini sudah menjadi masa lalu
Bahkan saat kita berpikir berapa lama saat ini itu sebenarnya, saat ini sudah menjadi saat itu dan kelak menjadi masa lalu
Kita bisa menjadi menyedihkan memang, tak tahu mengapa
Jangan tanya aku saat aku menanyakan hal yang sama padamu, aku tak ingin mengetes apa-apa saat ini
Jadi, berapa lama saat ini sebenarnya?
Senin, 21 Juni 2010
Kopi
Kau sajikan aku kopi padahal kau tahu aku lebih mencintai teh daripada kopi
Tapi kau tahu?
Aku jauh lebih mencintaimu daripada seluruh teh dan kopi di seluruh dunia ini
Tapi kau tahu?
Aku jauh lebih mencintaimu daripada seluruh teh dan kopi di seluruh dunia ini
Sabtu, 19 Juni 2010
Subuh
Seseorang membangunkannya tengah malam buta
Ia terbangun terdiam, dan satu-satunya yang terpikirkan olehnya adalah:
"Kuharap saat ini sudah subuh"
Tapi subuh tak pernah datang, sebagian bahkan percaya bahwa subuh itu hanya dongeng
Dan kepalanya terasa sakit, teramat sakit
Karena itu dia hanya diam, benar-benar diam
Tak ada yang tahu mengenai waktu saat itu
Tidak dia, tidak juga siapapun yang membangunkannya
Namun entah kenapa ia hanya teringat akan subuh
Dan sedetik kemudian ia benar-benar tak tahu dia itu siapa, apa, sedang apa, dan mengapa
Tapi yang ada dipikirannya hanyalah subuh
Dan saat ini ia benar-benar berani bersumpah bahwa ia tak tahu mengenai apa itu subuh dan bahkan apakah itu benar-benar kata
Kemudian saat kepalanya semakin sakit, ia semakin tak peduli lagi andai ia benar-benar mati
Dan sayup-sayup ia dengar suara adzan
Subuh
"Ah tak pernah kubayangkan mati di saat subuh dapat semenyenangkan ini!" ujarnya
Padahal ia bahkan tak pernah tahu apa itu subuh, sedang apa dia, dan mengapa ia bisa berkata seperti itu
Jumat, 18 Juni 2010
Kota
Dan walau ia tahu bahwa ia benci setengah mati dengan kota ini
Dengan asap-asap knalpot
Udara kotor bercampur ludah, bangkai dan riak yang mengering
Orang-orang yang berkeliling saling tak peduli
Tetap saja ia duduk tenang di malam hari dan berpikir:
"Mengapa kota ini hanya indah saat malam?"
Selasa, 15 Juni 2010
Dibiarkan
Gadis itu biarkan rintik-rintik hujan mencintainya
Karena saat ia menangis karena patah hati, ia biarkan air mata itu menembus tanah
Kemudian di jadikan awan oleh matahari lalu turun lagi sebagai hujan
yang membasahimu (tapi kau takkan pernah tahu)
Minggu, 13 Juni 2010
Hantu
Mungkin waktu itu aku terbangun bertelanjang kaki, entahlah
Tapi saat aku menapak lantai entah kenapa aku sudah bersepatu
Mungkin juga aku sedari tadi malam tidur bersepatu
Aku tak tahu. Siapa lagi yang bisa tahu apakah aku bersepatu atau tidak kalau aku sendiri tidak tahu?
Sebelum tidur mungkin aku sisakan sebuah kanvas mungkin
Namun esok pagi aku juga tak heran saat ia berwarna pelangi
Mungkin aku tidur sembari melukis, siapa tahu?
Tapi kurasa semestinya aku melukis hitam seperti dalam mimpiku, bukan pelangi berwarna-warni
Sabtu, 12 Juni 2010
Cyanide Girl
Aku melihatnya, tentu saja melihatnya, siapa yang tidak? Dengan gaun hitamnya, kontras sebenarnya dengan citranya yang bagaikan matahari. Tapi siapa yang peduli? Ia bahkan boleh saja memadamkan matahari dan seluruh orang di dunia takkan ada yang akan menyalahkannya. Bukankah gadis-gadis cantik itu selalu dimaafkan untuk melakukan apapun?
"Bagaimana kabarmu?", tanyaku singkat.
Ah pertanyaan bodoh sebenarnya. Bukankah ia pasti akan menjawab "Baik-baik saja." . Takkan diceritakannya pasti andaikan ia sakit atau bahkan patah hati. Pada akhirnya ia pasti akan menjawab "Baik-baik saja". Seharusnya pertanyaan bagaiman kabar itu sudah sejak lama keluar dari kamus kita karena jawabannya sudah pasti bisa ditebak:
"Baik-baik saja", jawabnya
Kan, sudah kubilang sebelumnya. Ia akan menajawab seperti itu. Sekarang aku bingung harus bertanya apa lagi. Oh ya, akan kutanyakan saja tentang kabar keluarganya atau hewan peliharaannya! ....baiklah itu aneh. Ah aku sungguh tak tahu harus bertanya apa.
"Ah aku tak tahu harus bertanya apa lagi padamu!", ujarku terus terang.
"Oh ya?", ujarnya tersenyum.
Lalu ia berceritak panjang lebar. Dan aku hanya diam mendengar tapi senang setengah mati.
Selasa, 08 Juni 2010
Ia tak tahu
Ia tak tahu apakah Tuhannya masih berkenan mendengar doanya atau tidak
Walau ia sering tak mengindahkan panggilan-Nya lagi
Tapi ia terus berdoa terus berdoa
Ia tak tahu apakah Tuhannya masih mau menyapanya, membasuh perihnya lantas menyiraminya dengan nikmat yang tak habis-habis
Walau ia sering lupa bahwa betapa Tuhan memperhatikannya setiap saat
Tapi ia tetap berharap
Maka ia akan tetap berdoa lantas berharap
Karena jika ia sudah tidak berdoa lantas berharap, apa lagi yang tersisa darinya dihadapan-Nya?
Kamis, 03 Juni 2010
Kamu takkan pernah bisa memaksanya untuk berpuisi
Kamu bisa memaksanya mengsekresikan tinta dari pena
Atau kode-kode biner yang kelak diterjemahkan menjadi huruf kemudian
kata
Atau juga getaran membran pita suara yang kelak kau sangka (dan memang begitu adanya) menjadi suara
Tapi sungguh kamu takkan pernah bisa memaksanya untuk berpuisi
Langganan:
Postingan (Atom)