Sabtu, 30 Januari 2010
Kalau-kalau
Sudah kusiapkan kata-kata indah
Kalau-kalau aku jatuh cinta
Yah tapi kalau-kalau, siapa yang tahu berapa lama?
Sebuah puisi yang tak tahu dari mana datangnya
kau ditolak oleh langit lagi malam ini
bahkan saat kau duduk tengadah semalaman
dan kau rasakan mata-matamu rontok dari celah-celahnya
yang darinya kau sangka darah segar mengalir, namun air matamu berhasil menipumu kali ini
lalu esoknya lagi kau berharap langit menerimamu sebaik-baiknya
harapan sudah kau jadikan biji-biji tasbih, kemudian kau pelintir pelan-pelan oleh jemarimu
sayang kau bukan Nabi atau Tuhan
kau tak punya Tuhan dan sepasang surga-neraka buatanmu sendiri
karena itu kau terus berdoa, berdoa, berdoa
"Bukankah Setan sendiri pernah berdoa agar abadi dan hampir dikabulkan?" ujarmu memelas
Kamis, 28 Januari 2010
Harapan
Langit mana lagi yang kau maksud kali ini?
Sisa-sisa abu, matahari mendadak terbakar habis semalam
Malam sejenak, kau tak pernah berharap pagi untuk datang
Katamu,"Untuk apa berharap hal yang sudah pasti?"
Lalu dikemudian hari kau berkata hal yang asing
"Untuk apa berharap untuk hal yang tak pasti?"
Sedang kita duduk berdua, saling tersenyum
Dan aku sibuk menerka-nerka, adakah cinta di hati kita?
Jumat, 22 Januari 2010
Puisi tentang apa saja
Aku senang saat kau bercerita tentang apa saja
Dan aku bahagia mendengarkan, tertawa-tawa
Dan aku suka saat kau bercerita tentang apa saja
Dan aku tersenyum, menatap matamu yang menyala-nyala
Dan aku rindu saat kau bercerita tentang apa saja
Ah,aku rindu padamu sebenarnya
Senin, 18 Januari 2010
Awan
Awan berarak cembung hari ini
Entah bergambar apa ia, tapi kukira ia menggambar wajahmu
Lalu semakin jelas, semakin jelas
Kemudian awan itu turun, ia menjelma menjadi dirimu di sampingku
Ah,aku tak perlu segila itu seandainya kau ada disini hari ini
Minggu, 17 Januari 2010
Mencintaimu?
Jangan bercanda, siapa yang tidak?
Mendengar suaramu, dentingan merdu piano si bisu
Melihat senyummu, yang aku yakin mencairkan kutub utara
Mendengar tawamu, semilir angin hangat pertama musim semi
Rabu, 13 Januari 2010
Mencuri hujan
V: "Kau masih bangun, Jack?"
J: "Aku sudah tidur sebenarnya, tapi aku akan selalu bangun untukmu"
V: "Ah, begitu... Kau tahu apa yang sedang aku pikirkan?"
J: "Selain berandai-andai apakah aku sedang tertidur atau tidak, aku tak tahu..."
V: "Mau kah kau mencuri hujan untukku?"
J: "....mencuri hujan?"
V: "Ya, mencuri hujan..."
J: "........"
V: ".....Jack?"
J: ".....Kau tahu apa yang sedang kupikirkan?"
V: "Selain berpikir tentang apa yang gadis gila ini maksud, aku tak tahu..."
J: "Ya... hanya itu yang kau pikirkan."
V: "Jadi...kau tak mau mencuri hujan untukku?"
J: "Kalau kau minta aku bahkan akan mencuri surga"
Kamis, 07 Januari 2010
Rabu, 06 Januari 2010
Seribu lilin
Dan mendadak seribu lilin padam hari ini
(Tapi kau tak pernah yang tahu mana milikku dan mana milikmu)
Karena angka sebenarnya tak berarti apa-apa
(Asal bukan milikmu, tak mengapa kalau milikku. Bukan begitu?)
Egois kan kita? Bukan seperti manusia?
(Sayangnya manusia semuanya begitu. Bahkan ketika kita tak suka itu)
Dan seribu lilin menyala lagi hari ini
(Sayang bukan lilin milikmu)
Ssst kuberi tahu, milikmu bahkan tak pernah menyala
(Sialan...)
Minggu, 03 Januari 2010
Kabut
Waktu malam berkabut itu kau bersikeras untuk bertemu
Tapi aku tak tahu, bukankah semestinya kita tak pernah ada?
Aku aku dan kamu kamu tak mengapa, asal jangan berdua
Esoknya kau marah kepadaku
"Mengapa kau tak datang malam itu?"
Tapi aku ada, aku selalu ada
"Aku kabut itu" ujarku lirih
Langganan:
Postingan (Atom)