Mungkin lebih baik bagi kita untuk mempertanyakan otoritas, karena kita tahu semestinya tidak ada seseorang berhak menginjak orang lain dengan alasan sesederhana "Karena kami berhak".
Setiap orang semestinya bisa mempertanyakan otoritas, kemuakkan terhadap rasa tunduk patuh tanpa alasan itu semestinya yang membuka gerbang kebenaran. Bukannya sebuah ketundukkan sampah yang dibangun oleh rasa takut. Rasa takut bukan Tuhan, jadi janganlah dibuat jadi pedoman. Berdirilah diatas kakimu, lalu rasakan bumi bergetar sendiri. Bukan karena dikatakan bergetar lantas kau sekedar mengamini
Selasa, 28 April 2009
Senin, 27 April 2009
I grant you my biggest smile since you do smell like villain
I wish I could make you stay a second longer
Then you'll know how to notice the sunshine that always abandoned until it disappeared
Sastra semestinya milik semua
Kau sibuk memutar-mutar rangkaian itu
Satu kau ubah mendatar, lalu membujur
Kau umpat nama Thevenin, Norton, entah apa maksud mereka membuat ini
Lalu lampu led berkedip-kedip, waktumu hampir tiba
Aliran listrik yang menerjangmu tak kenal waktu sekedar mengingatkan untuk berapa lama
Kau sibuk lagi-lagi kau sibuk lantas lupa untuk berbicara dan mendengar
Hanya mengumpat sebentar, tapi kau bosan dengan aroma listrik di udara
"Mungkin lebih baik bermain-main di tengah padang pasir"
ujarmu pada serat tembaga
Cenayang
Lagi-lagi kamu menempatkanku dalam
Suatu tempat tanpa kata-kata
Yang membiarkan berkata, lalu tergilas hampa
Kau lagi-lagi asyik beretorika menguntai fakta yang tak pernah ada
Dan pada akhirnya kau muak, lalu kau coba untuk membakar
Perasaan yang ada, perih yang menusuk jiwa, titik didih yang menembus seribu
Apakah kau cenayang?
Rabu, 22 April 2009
Kita, Kita, Kita
Lalu kita berpura-pura untuk menjadi
Kita yang bukan kita
Mungkin sedikit kita
Tapi selamanya bukan kita
Siapa tahu?
Minggu, 19 April 2009
Kamis, 09 April 2009
Aku harap
Aku harap kau merindukanku dengan rindu yang tak pernah kau ceritakan padaku, pada mereka, pada dunia
Rabu, 08 April 2009
Djingareyber
Kalau aku sampai di Djingareyber suatu hari
Mungkin kau telah lupa tentang kedalaman pasir
Luasnya samudra tak berair
Sejenak lalu angin bertalu-talu
Disuatu tempat diujung dunia
Kalau aku sampai di Djingareyber
Sweet sugar, good old memory
Once he hope to be a man
Who sing in that dead end:
"Tahtt, tarat, tat-tat"
Senin, 06 April 2009
Bungkammu
Entah kau namakan apa benci itu Za, tapi aku tahu ia selalu memenuhi kepalamu
Berkhayal di bahteramu (yang kau anggap hidup, tapi hei kau tak pernah melihat ke sekeliling!)
Kau berujar pelan padaku di suatu pagi, membungkamkanku
"Tuhan memiliki rencana untuk segala sesuatu"
Dan aku berteriak keras menyalahkanmu, namun kau masih saja mencoba mendiamkanku dengan lembut
Tapi kita bukan kita! Aku tak habis pikir tentang semua kita (dan tentang beberapa kita yang tak pernah sempat terujar diantara kita)
Jumat, 03 April 2009
Diam diantara bisunya
Kenapa harus kau yang ada dalam mimpiku malam ini
Menebarkan suka namun berdansa dalam perih
Kenapa harus kau yang mengetuk pikiranku pagi tadi
Menimbulkan pasang kemudian dihempas di atas karang
Kenapa harus kau yang bisu diantara waktu saat ini
Kenapa?
Langganan:
Postingan (Atom)