tentu saja ia tak berada di rumah, jangan bercanda.
ia memakan bola matamu perlahan dan keluar setiap sehari dua kali pukul tiga pagi dan pukul setengah sebelas malam. Mengucapkan selamat tidur untukmu dan berharap pelan-pelan bahwa ia akan hadir pada setiap malammu setelahnya.
tapi ia tidak.
ia tidak berada di rumah, demi Tuhan tidak.
Dan atas segala nama yang ada di jantungnya saat ini, ia benar-benar teramat sungguh-sungguh ingin pulang: tolong percaya padaku tentang hal ini.
jadi ia ucapkan permintaan maaf yang tak pernah sampai padamu tengah malam tadi dengan harapan samar-samar kamu akan memaafkannya dan mengizinkannya hinggap kembali di pergelangan tanganmu sampai pagi nyaris tiba
Kamis, 08 Maret 2018
Senin, 19 Februari 2018
Candu Api
Nina bertemu pertama kali dengan Joni saat Joni dipukul habis di lapangan parkir beberapa malam lalu karena kedapatan mencuri solar dan minyak tanah yang digunakan oleh Massa yang marah untuk membakar dirinya sendiri karena ia telah mencuri.
Dan pada malam-malam berikutnya, Nina rindu dengan aroma api dan erangan payah dari Joni. Tapi Joni tak ada dimana-mana. Tak ada yang mampu membayar lunas Rindu Nina kepada siapapun. Atau kepada apapun, kecuali pada aroma minyak tanah yang sedemikian candu baginya untuk mengingatkannya akan kenangan masa lalu.
Atas segala kenangan antrian tak kunjung henti, keluhan dari Ibu-Ibu rumah tangga setiap pagi, dan apapun yang membuatnya untuk enggan duduk dan pulang kembali.
Dan hingga hari ini, tak ada yang mampu menerangkan dengan pasti pada Nina bahwa Nina tak pernah rindu pada Joni. Nina selalu rindu pada aroma api terbakar samar-samar dari minyak tanah.
Senin, 29 Januari 2018
Dan semua jika
Dan semua jika hilang sudah ketika melihatmu tertidur disampingnya.
Satu persatu ia hitung nafasmu sampai kamu lelap sudah.
Lalu ia berkira mimpi apa yang akan malam ini tiba dan betapa semua tak mampu menghapus bahagianya yang bisa di sampingmu tertidur hingga pagi tiba.
Senin, 25 Desember 2017
Impian seseorang
Ia harus pulang pukul sekian dan tiba di rumah beberapa masa kemudian
Sebelum nanti ia tertidur, lalu terbangun, lalu pergi lagi dan pulang.
Dan ia tidak harus selalu berada di kota yang sama, tidur di kasur yang sama, dan terbangun mengingat mimpi-mimpi yang sama. Demikian, suatu hari ia teringat akan sesuatu dan ia terlupa apakah itu mimpi atau ingatannya.
Dan ia berharap ia bukanlah impian dari seseorang. Siapa yang tidak takut jika tahi-tahu menghilang karena tak pernah diingat-ingat lagi.
Sayang ia bermuka dua. Setiap malam ia akan selalu bermimpi dan paginya terbangun sebelum melupakan segala tentang mimpi-mimpinya.
Tak pernah diingatnya wajah seseorang dalam tidurnya, jadi kalau dikatakan semua wajah tampak sama mungkin ada benarnya juga.
Apakah ia impian dari seseorang lain? Ia tak perlu tahu. Toh jika ia benar-benar lenyap, tak ada bedanya ia mengingat atau mengetahui tentang segala sesuatu.
Karena itu ia begini saja. Bekerja, pulang, tidur, dan terbangun. Tak pernah diceritakannya ketakutannya pada siapapun.
Minggu, 12 November 2017
Jangan khawatir
Jangan khawatir sayang, aku juga merasa rindu
kamu tahu aku selalu ingin pulang, berbaring di kasur jaring dan menanyikan tentang sekarang dan kemarin.
Tapi aku terlalu lelah hingga tak sempat meneleponmu, menceritakan tentang hariku, dan menanyakan tentang kabarmu
Kamis, 09 November 2017
Ia datang dari jauh
Ia datang dari jauh
sejak pukul lima sore ia telah duduk di teras rumahmu. Menunggu.
Setelah dihajar panas kota ia mengusap peluh
tanpa mengeluh.
Ia sabar menunggumu,
setelah tiba ia mengetuk pintu dan disambut ibumu:
"Ia sedang keluar saat ini. Mari masuk ke ruang tamu."
Ia menolak halus dan memohon diizinkan duduk di teras depan rumahmu. Menunggumu.
"Ia akan tiba suatu waktu."
Ujar ibumu.
Dan Ia terus menunggu sampai gelap malam habis diusir lampu.
Kamis, 02 November 2017
Saksofon
Ia selalu akan mengetuk pintu jika kebetulan hadir di depan kamarku sebelum kemudian diam-diam masuk ke dalam saat aku tak melihat lalu memandangku dan memintaku memainkan lagu yang sama berulang-ulang sebelum menghentikanku dengan sentuhan lembut jemarinya di atas saksofonku sembari tersenyum lalu pulang sebelum pagi tiba.
Dan aku hanya menunggu waktu tiba sampai ketukanmu terdengar lagi pada suatu malam entah seberapa lama
Langganan:
Postingan (Atom)