Selasa, 20 September 2011

Kotanya

Berani taruhan, ia tak pernah tahu betapa setengah mati kamu berharap hidup di kotanya
Membangunkannya pagi-pagi lalu mengajaknya sarapan disuatu tempat
Menjemputnya pulang lalu berjalan-jalan sambil tertawa-tawa
Memeluknya disaat ia membutuhkannya dan mengatakan bahwa kamu mencintainya disaat ia tak menyangkanya

Selamat Pagi Depok

Maaf-maafku tetap milikmu walau berkali-kali kau tolak dan kau ucapkan kalimat yang sama:
"Berhentilah meminta maaf."

Karena dimanapun aku lihat, wajahmu ada disana
Karena di sela-sela huruf pada puisi ini, suaramu selalu bergema

Tolong ucapkan selamat pagi dariku untuk kotamu lalu akan kuucapkan selamat pagi untuk kotaku dan berpura-pura bahwa kau memintaku melakukannya

Jumat, 16 September 2011

Merindukannya

Merindukannya? Jangan bercanda, siapa yang tidak?
Tapi siapa tahan selalu hidup dalam jendela, gemerincik rantai motor dan tetesan-tetesan oli?

Merindukannya? Jangan bercanda, siapa yang tidak?
Tapi siapa tahan jika matanya terpaku di masa lalu, duduk menatap sepatu, dan pura-pura tak tahu bahwa di depannya ada aku.

Di depannya ada aku

Rindu

Nanti pada malam-malam yang kuhabiskan sendiri,
tolong tuliskan surat padaku dan ingatkan bahwa aku selalu merindukanmu.

Kemudian akan kutangkap sayup-sayup rindumu bahkan saat kamu ragu

Minggu, 11 September 2011

Kamarnya

Beberapa jam tertidur didalam kontainer selalu terasa lebih panjang daripada berhari-hari berbaring di kasur kamarmu sambil berandai-andai peran mana cocok untuk tokoh yang mana. Satu persatu tapi ya itu, ia tetap memuja kasur kamarnya: Atap yang roboh di kamar mandinya. Dan pembatas di beranda lantai dua miliknya. Ruangan 7x3.5 meter itu tetap dan akan selalu menjadi kerajaannya

Pada akhirnya

Mimpimu terfabrikasi (akhirnya!) Dan kamu tak pernah harus tahu serapan dari bahasa mana kata itu karena kata tak pernah berwarna mungkin warna hijau sebenarnya terasa susu dan dari kuning selalu tercium aroma bambu siapa tahu? Kita tak pernah tahu asal mula kata nanti pada bulan Oktober ia akan pergi ke kotamu mungkin saat kamu ulang tahun, mungkin juga tidak mungkin kamu terima, mungkin juga tidak mungkin ia akan menghabiskan waktu-waktu sedih dalam pesawat pulang sembari berharap hujan turun lebat, mungkin juga tidak

Minggu, 04 September 2011

Diantara jemarimu

Maafkan atas inspirasi yang hilang perlahan diantara jemarimu Atas jari-jari telunjuk yang ada di kanan kirimu yang menunjuk-nunjuk Atas jari-jari manis yang melingkari cincin. Yang enggan dilingkari cincin. Yang ada terlingkari cincin