Senin, 19 Oktober 2026

sekedar biji sawi

kadang aku ragu pula. 

Sedang tulisan yang mengalir dari ujung jari kurasa cukup menghidupi mulut hingga sore tiba. 

Dan dunia seluas ini, sekedar biji sawi pun seharusnya bisa ku makan juga. 

Sedang dari semua versiku, ada aku yang harus keluar di suatu hari pagi itu. 

dari jutaan

dari jutaan kota yang ada, akhirnya aku memilih jatuh di pelukanmu juga. 

dari nyala ribuan lampu kota dan bianglala, toh terang matamu yang akhirnya membuatku terus ada. 

dan dari semua tempat yang ku pernah singgah, hanya teduhmu yang dapat kupanggil rumah