Rabu, 31 Juli 2019

udaramu

udaramu merayap pelan-pelan meninggalkan paru-parumu.

kelak ia akan sampai pada suatu ketika di Nikaragua saat kita berdua di tengah Siesta.

"Berani taruhan aku bisa mengunci salah satu Lucha Libre di kedai tadi."

dari mulutmu aroma Tequila menyeruak. Dari mulutku, Skotka. Dari lubang hidung kita: Udaramu.

Selasa, 09 Juli 2019

Usia 29

masalahnya,
ujarnya pada dirinya sendiri,
kamu kira kamu akan tetap menjadi dirimu selama-lamanya.

didiamkannya ucapannya pada dirinya sendiri. ia menggangguk malam-malam sedang usianya sudah hampir dua puluh sembilan malam ini.

pernah suatu hari (beberapa tahun lalu) ia menggandrungi Kurt Cobain setengah mati. Dan saat usianya dua puluh delapan tahun lebih beberapa hari ia kemudian ia sadar bahwa ia hidup lebih lama dari Kurt Cobain sekalipun.

"Apakah ini menjadikanku kakak dari Kurt Cobain?"
ia tersenyum sendiri pada pertanyaannya. hanya hidup inilah yang ia punya. Hanya hidup seperti inilah yang sebenarnya ia punya.

Dan hidup dengan semacam ini lah yang hanya ia mengerti benar-benar

Rabu, 03 Juli 2019

Dua Bangau

di dalam bola matanya terdapat tato dua bangau:
satu bangau terbang melayang.
satu bangau berdiri di bawah, di paruhnya tersangkut ikan koi.

ia menjawab tanpa kutanya saat diam-diam kuselami matanya tengah malam ini.
"bangau tak akan bisa mengalahkan singa.
tapi bangau selalu bisa:
terbang
berjalan
berenang."

Istriku hamil anak pertamaku

Dinda, Istriku sedang hamil anak pertamaku.

Pernah ia bertanya,
"Bagaimana jika aku kelak menjadi gempal dan buruk rupa?"

aku berpikir dalam hati:
"bukankah cantikmu saat ini adalah cantik tak terhingga yang tak akan habis terbagi hingga akhir semesta?"

tapi toh aku berbohong juga. mana bisa aku seromantis itu?
aku menjawab ringan (berbasa-basi):

"aku akan mencintaimu seterusnya."

Ramuanmu

sekurang-kurangnya dua sendok teh,
ujarmu menutup mantra.

dari lubang hidungmu mengalir awan putih kecil, menaik.
perlahan sampai angkasa.

dari angkasa melompat cepat dua bulir, air. turun.
hinggap di atas ramuanmu.

Selasa, 02 Juli 2019

Asam lambung

tapi apa pasal, perutnya kini tak mampu lagi mencerna kopi dan tembakau dengan praktis.

asam lambung merangkak naik dan membuat dirinya mual lalu memuntahkan segala sesuatu asal bukan kata-kata.

Dan kata-kata tak pernah lagi hinggap dengan baik di ujung jemarinya. Seperti menangkap kupu-kupu saja, hanya mampu dilihat namun tak pernah hinggap.

Kecuali pada keadaan yang benar-benar darurat, kata-kata akan keluar seperti pancuran air memadamkan dirinya sendiri.