Ia datang dari jauh
sejak pukul lima sore ia telah duduk di teras rumahmu. Menunggu.
Setelah dihajar panas kota ia mengusap peluh
tanpa mengeluh.
Ia sabar menunggumu,
setelah tiba ia mengetuk pintu dan disambut ibumu:
"Ia sedang keluar saat ini. Mari masuk ke ruang tamu."
Ia menolak halus dan memohon diizinkan duduk di teras depan rumahmu. Menunggumu.
"Ia akan tiba suatu waktu."
Ujar ibumu.
Dan Ia terus menunggu sampai gelap malam habis diusir lampu.