ia telah lama lupa bagaimana rasanya menjadi dirinya
sedang jalan menuju pulang semakin panjang, apa jadinya jika pada suatu malam ia akan terbangun dan menatap dirinya sedang tertidur dan dirinya hanya mampu melihat tak percaya.
ia yakin ia pernah menjadi dirinya suatu ketika
tapi ia lupa.
dan bagaimana seseorang bisa menceritakan sesuatu yang ia sendiri tak benar-benar yakin pernah ada?
jadi sementara ia dalam keteduhannya sendiri, ia tidak perlu lagi jauh-jauh memikirkan tentang seperti apakah sebenarnya dirinya saat tidak ada orang memperhatikan dengan seksama.
apakah dirinya saat ini adalah dirinya? bukankah dirinya itu selalu dirinya walau berubah?
dan pertanyaan-pertanyaan serupa itu memberondong pikirannya saat belum habis sendiri dan segelas kopi
dan ia akan terus mengulang cerita-cerita yang dibentuknya sebagai ingatannya. dan jika suatu saat ia benar-benar percaya, bukankah ia telah, sedang, dan akan selalu menjadi dirinya?