Rabu, 29 Juli 2015

Tentang cerita

Aku kira aku harus belok kiri tadi, tapi apa pasal aku sudah terlanjur tersesat.
Jadi aku harus pulang, siang hari sudah habis dan malam pelan-pelan mengintai. Dan kamu sungguh-sungguh tak ingin berada di tempat semacam ini pada malam hari.

Oh, semesta masih suka pula kau mengerjai tua bangka semacam ini.

Rabu, 01 Juli 2015

Tentang kemarin

Jadi tentang kemarin,
apa masih ada akhir bahagia tentang kita?

Sudah pukul dua belas hari ini, aku masih berandai-andai apakah kamu sudah terbangun ataukah masih mabuk air mata sedang aku hanya duduk di beranda.
Jadi mohon maaf kalau tentang kemarin tak bisa habis dalam hari ini. Cerita kita tak pernah indah, karena memang selalu begitu. Siapa yang selalu memiliki cerita indah?

Aku masih berharap kamu menerima tanganku dan terbangun dengan tanganmu masih benar-benar berada di tanganku. Siapa yang kuat untuk bermimpi tidak seperti itu setiap malam?

Lalu tentang kemarin. Tentang hari ini. Tentang esok. Tentang tiga detik.
Satu detik yang lalu, satu detik saat ini, satu detik kemudian...

Dan diam-diam aku berharap ada Tuhan Tiga detik.