Kalau tak ada salah satu dari kita yang memesan apa-apa, untuk apa pula kita masih duduk di samping meja? Tapi kamu memilih diam. Aku mencoba memesan rindu, tapi tak ada yang lebih mengenal rindu daripada malam. "Maaf tuan, kami tak pernah menjual rindu." ujar pelayan jujur. Aku dan kamu menghela nafas. Kamu tetap tak memesan apa-apa. Aku mencoba memesan air tapi sorot matamu menolak. "Jam sembilan malam aku pulang. " ujarmu. |
Jumat, 19 Juni 2015
Meja konservatif
Kamis, 11 Juni 2015
Setidaknya
Aku tidak tahu pukul berapa di bantalmu saat ini tapi setidaknya aku masih terbangun. Maaf untuk surat (dan rindu) yang masih terus kukirim-- Jadi dimana aku harus mulai dan kapan aku harus selesai? Setidaknya aku masih terbangun |
Langganan:
Postingan (Atom)