Mungkin hanya ada aku dan memang aku saja yang menunggumu di rumah.
Mungkin pintu sudah lelah menunggu.
Mungkin jendela sudah malas terbuka.
Mungkin lampu sudah suram terdiam.
Mungkin halaman sudah hitam berdebu.
Mungkin pagar sudah usang berkarat.
Mungkin karpet sudah kusam legam.
Mungkin jeruji jendela sudah enggan bertaut.
Mungkin hanya ada aku dan memang aku saja yang menunggumu di rumah.
Mungkin pintu sudah malas terbuka.
Mungkin jendela sudah usang berkarat .
Mungkin lampu sudah kusam legam .
Mungkin halaman sudah lelah menunggu.
Mungkin pagar sudah enggan bertaut.
Mungkin karpet sudah suram terdiam .
Mungkin jeruji jendela sudah hitam berdebu .
Atau mungkin hanya ada aku yang sudah malas terbuka, usang berkarat, kusam legam, lelah menunggu, enggan bertaut, suram terdiam dan hitam berdebu menunggumu.
Rabu, 20 Agustus 2014
Terkadang
Terkadang aku ingin pulang lantas pergi lalu pulang lagi.
Jadi kamu tak perlu lagi menyambut lantas menunggu lalu menyambut lagi.
Tapi tepat pada suatu hari,
aku akan pulang dan selesai dengan semua
aku ceritakan cerita, aku beritakan berita.
Tapi nanti, suatu saat nanti.
Jadi sementara kita menunggu suatu saat nanti, ada baiknya aku dan kamu melakukan hal yang kita sudah baik melakukannya:
aku akan pulang lantas pergi lalu pulang lagi,
sedang kamu akan menyambut lantas menunggu lalu menyambut lagi.
Jadi kamu tak perlu lagi menyambut lantas menunggu lalu menyambut lagi.
Tapi tepat pada suatu hari,
aku akan pulang dan selesai dengan semua
aku ceritakan cerita, aku beritakan berita.
Tapi nanti, suatu saat nanti.
Jadi sementara kita menunggu suatu saat nanti, ada baiknya aku dan kamu melakukan hal yang kita sudah baik melakukannya:
aku akan pulang lantas pergi lalu pulang lagi,
sedang kamu akan menyambut lantas menunggu lalu menyambut lagi.
Jumat, 08 Agustus 2014
Pepya
Mungkin malam ini aku dan kamu sedang menghirup oksigen yang dihasilkan sebatang pohon pepaya di halaman belakang rumahku. Sayang, jarak beberapa kilo tak pernah jadi masalah. Yang jadi masalah tentang siapa yang ada di samping kita masing-masing. Aku dengan jam tangan merah jambu dan kamu dengan bando biru kelabu. |
Pada malam itu
Pada malam itu ia ingin lupa sedang ada dimana, harus pergi kemana atau bahkan tentang sekedar siapa dia. |
Langganan:
Postingan (Atom)