Rabu, 29 Januari 2014

Aku akan pulang

Baiklah aku akan pulang.
Mungkin tidak hari ini, besok, atau juga kemarin.

Selasa, 28 Januari 2014

Puisiku tak pernah indah

Maaf puisi-puisiku tak pernah indah.
Mereka hanya membicarakan tentangku. Bagaimana mungkin bisa indah?

Sabtu, 18 Januari 2014

Menari pulang

Lalu masing- masing dari kami harus pulang ke kepala masing-masing.

Kukira pukul tiga pagi waktu itu. Siapa sangka waktu itu bisa benar-benar terasa tak ada?

Beberapa enggan, beberapa menyambut ide untuk pulang dengan riang. Beberapa hendak tidur, sebagian masih enggan berbagi waktu dengan lindur.

Bagaimana mungkin tercipta puisi sebaik ini jika aku tidak pernah ingin pulang?

Kamis, 16 Januari 2014

Coba lihat

Coba lihat kemana udara membawamu saat ini.
Ia bisa saja menghilangkanmu di tengah-tengah rimba, tapi tidak. Ia menunggu lalu menerbangkanmu jauh ke barat.

Dan bukankah terlalu barat akan menjadikannya timur?

Lalu kamu duduk di taman dengan aroma dupa yang sama dari timur. Dan kamu bersyukur bahwa hidup tak selamanya harus diam.

Kamis, 02 Januari 2014

Dari suratmu

Dari suratmu aku tak pernah mendengar suaramu, jdi maafkan jika ketika malam-malam kamu meneleponmu aku tak sadar bahwa kamu sedang terisak.