Menerjemahkan mimpi adalah mencoba memahami mengapa saat angka satu keluar dari dalam bumi, ia akan bertambah menjadi kupu-kupu sedangkan bulan akan tersenyum sesaat lalu kemudian mendadak sore hari muncul kembali
Mengunyah apel adalah menguapkan jerami sembari mencoba menerka mengapa gitar memiliki senar dan seruling memiliki celah diantara kosong tepat disaat tali sepatumu hampir terlepas dan saatu kau terjatuh maka beberapa buku yang baik akan menjagamu agar tidak terjatuh
Tertawa adalah menduga pembuatan puisi adalah rangkuman dari proses penyaringan teh yang amat sulit yang mencegahnya tercampur dengan tangisan bayi subuh hari dikarenakan rantai sepedamu kendur sedari beberapa waktu yang akan datang
Selasa, 12 Juni 2012
Kusapa engkau
Semalam kusapa engkau lewat tangis yang mengalir dari celah mata
mungkin tak kau dengar tapi selama ini semua rinduku kuanggap udara yang melindungimu.
Semua rindu-rindu atas tangisku adalah angin, adalah lagu, adalah langit, adalah biru, adalah suka, adalah duka.
Tak ada bedanya.
mungkin tak kau dengar tapi selama ini semua rinduku kuanggap udara yang melindungimu.
Semua rindu-rindu atas tangisku adalah angin, adalah lagu, adalah langit, adalah biru, adalah suka, adalah duka.
Tak ada bedanya.
Selasa, 05 Juni 2012
Perempatan terakhir
Mungkin kita salah mengambil jalan di perempatan terakhir tadi
Sudah kukatakan berkali-kali aku hafal dan mengerti jalan ini
Namun kau seperti biasa (dan entah mengapa selalu dapat kumengerti) memaksaku untuk bertanya pada orang di pinggir jalan
Maka saat kita benar-benar tersasar kali ini aku tak tahu harus menyalahkanmu, aku, kita, atau orang di pinggir jalan
Sudah kukatakan berkali-kali aku hafal dan mengerti jalan ini
Namun kau seperti biasa (dan entah mengapa selalu dapat kumengerti) memaksaku untuk bertanya pada orang di pinggir jalan
Maka saat kita benar-benar tersasar kali ini aku tak tahu harus menyalahkanmu, aku, kita, atau orang di pinggir jalan
Minggu, 03 Juni 2012
Di kereta sore hari
Pukul empat sore saat kereta masuk ke stasiun
beberapa orang dan sedikit hantu melirik liar mengira-ngira apakah kereta itu akan mengantar mereka ke stasiun yang mereka tuju.
Beberapa orang masuk. Beberapa orang keluar. Beberapa diam saja. Beberapa tak peduli. Beberapa menjajakan dagangan. Beberapa membeli. Beberapa menolak halus.
Hampir lepas landas masinis saat didengarnya suara panggilan dari belakang,
seorang laki-laki paruh baya, mengejar kereta terengah-engah.
Masinis memandang sinis. Kemudian tetap dijalankannya kereta tak dipedulikan suara lelaki itu.
Laki-laki itu mengumpat ringan.
Tak ada yang mendengar umpatan lelaki paruh baya. Untuk apa mendengar umpatan lelaki paruh baya?
Beberapa menit kemudian kereta terguling. Lalu untuk beberapa jam kemudian tak ada lagi kereta mondar-mandir di stasiun. Beberapa calon penumpang yang masuk mendapat penjelasan dari penjual tiket kemudian mereka keluar dengan raut wajah kecewa.
Tak ada yang mempedulikan tentang kereta. Tentang para penumpangnya. Tentang keselamatan orang-orang di sekitar rel. Terlebih lagi tak ada yang mempedulikan umpatan lelaki paruh baya. Untuk apa mendengar umpatan lelaki paruh baya?
beberapa orang dan sedikit hantu melirik liar mengira-ngira apakah kereta itu akan mengantar mereka ke stasiun yang mereka tuju.
Beberapa orang masuk. Beberapa orang keluar. Beberapa diam saja. Beberapa tak peduli. Beberapa menjajakan dagangan. Beberapa membeli. Beberapa menolak halus.
Hampir lepas landas masinis saat didengarnya suara panggilan dari belakang,
seorang laki-laki paruh baya, mengejar kereta terengah-engah.
Masinis memandang sinis. Kemudian tetap dijalankannya kereta tak dipedulikan suara lelaki itu.
Laki-laki itu mengumpat ringan.
Tak ada yang mendengar umpatan lelaki paruh baya. Untuk apa mendengar umpatan lelaki paruh baya?
Beberapa menit kemudian kereta terguling. Lalu untuk beberapa jam kemudian tak ada lagi kereta mondar-mandir di stasiun. Beberapa calon penumpang yang masuk mendapat penjelasan dari penjual tiket kemudian mereka keluar dengan raut wajah kecewa.
Tak ada yang mempedulikan tentang kereta. Tentang para penumpangnya. Tentang keselamatan orang-orang di sekitar rel. Terlebih lagi tak ada yang mempedulikan umpatan lelaki paruh baya. Untuk apa mendengar umpatan lelaki paruh baya?
Langganan:
Postingan (Atom)