Rabu, 25 April 2012

Malam yang baik

Malam yang baik, kau membuatku terbangun.
Kamu terlalu berlebihan: Siapa yang dapat tertidur saat bulan bersinar seindah ini?

Belum cukup mengindahkan apa yang ada, kau buat bintang bersinar pelan-pelan.
Lalu lampu kedap-kedip dari pesawat berjalan. Siapa yang akan suka tertidur pada malam seperti ini?

Minggu, 22 April 2012

Anda jelas-jelas berbohong

Nona, Anda jelas-jelas berbohong padaku pagi itu. Aku ingat jelas saat kau katakan bahwa kau telah jatuh cinta kepada sore hari. Namun di hari yang sama, kau sudah hilang saat siang padahal kau baru terlahir pagi itu. Nona, Anda jelas-jelas berbohong padaku pagi itu. Aku ingat jelas saat kau memandang matahari dan berkata bahwa kau takkan pernah mencintai selain matahari. Namun di hari yang sama, kau bilang kau jatuh cinta kepada sore hari. (Di hari yang sama saat kau hilang sewaktu siang) Nona, Anda jelas-jelas berbohong padaku pagi itu. Aku ingat jelas kau dipelukanku dan berkata bahwa kau tak akan pernah melepaskanku. Namun di hari yang sama kau menghilang di siang hari (Di hari yang sama saat kau jatuh cinta kepada matahari)

Sembilan Inchi

Sebagian manusia membuat lubang dan mencoba mereka-reka lokasi luka lalu esoknya saat mereka terbangun, semua orang yang mereka kenal sudah hilang dan yang tersisa hanya tumpukan belulang dan darah yang terpancar tak henti Sebagian manusia lagi menghitung awan dan mencoba mereka-reka rupa dunia lalu esoknya saat mereka terbangun, yang tersisa hanyalah mereka dan beberapa hal yang mereka butuhkan yang lainnya hilang. Sebagian manusia lagi sejak awal sudah jadi belulang, terluka lalu hilang.

Sabtu, 21 April 2012

Suatu pagi sampai sore harinya

Aku masih menunggu:

deringan telepon
suara letupan pesan
dentingan pelan surat
bel pintu yang ditekan

Rabu, 11 April 2012

Lalu kita pergi

Lalu kita pergi Lalu kita pergi Lalu kita pergi

Kamis, 05 April 2012

Kalau Anda Perhatikan Baik-Baik Ada Dua Cerita dalam Puisi Ini

Said dicerai angin semalam. Siapa sangka. Maksudku memang, siapa sangka? Said, dicerai oleh angin? Laki-laki macam apa yang walau sudah menikah dengan angin namun pada akhirnya tetap dicerai juga. Silet menatap nanar. Tidak dibayangkannya urat-urat halus yang merekat pada leher. Tidak dibayangkannya menunggu dengan sadar di atas meja. Tidak pernah dibayangkannya melompat liar memutus 27 gram yang selama ini begitu dipuja. Diantara daun gugur angin lari dari Said. Oh Said, Said yang malang. Angin yang malang. Tak pernah dunia ini menjadi milik mereka berdua. Tak pernah dan takkan pernah. Lalu silet resah. Ia ingin datang apa adanya tapi jeritan sakit menolaknya. Tak pernah ia minta lahir sebagai silet. Tak pernah ia minta lahir menjadi musuh. Tak pernah ia menyangka akan diburu waktu. Dan sekalinya ia, ia terlambat dan lahir sebagai memori baru. Said mencintai angin. Angin mencintai Said. Silet mencintai Said. Said mencintai silet. Angin membeci silet. Silet membenci angin.

Minggu, 01 April 2012

Sonet: Dempo

Maka malam yang baik akan hinggap diatas kamar dan mengetuk riuh rendah pintumu
Dan angin yang budiman akan menyingkir dari jalan sehingga tak menerbangkan debu-debu ke beranda
Sedangkan anak panah yang baik akan tertancap tepat di tengah dan menimbulkan suara girang dari mulut ayahmu

Ia merindukan k(erajaannya)amarnya
Ia merindukan asap di berandanya
Ia merindukan orang gila yang tinggal di lantai satu dekat tempat tinggalnya

Siapa sangka beberapa bulan membuatnya sejauh ini. Beberapa kilometer membuatnya setua ini. Beberapa senti membuatnya selelah ini. Beberapa hati membuatnya sem(enakjubkan)enyedihkan ini

Beberapa kilometer dari gedung parlemen

Panggil aku egois sayang tapi aku lebih ingin berpuisi seperti ini
Daripada turun ke jalan lalu berteriak riuh rendah pada kembang api
atau berlari-lari liar menghindari kejaran polisi