Minggu, 27 November 2011

Ia mencintaimu

Ia mencintaimu seperti ia mencintai bola mata hijau toska yang tak kau miliki dan ia tak pernah peduli

Abjad

Sepotong abjad adalah rangkuman kecil yang terlalu diminimalisir oleh kita
Siapa yang tahu bahwa sebenarnya diantara lengkung "a" terdapat jutaan puisi milik saudara-saudara kita yang sedang jatuh cinta

Siapa yang tahu bahwa didalam "o" terdapat ruang tak berhingga yang tak pernah habis diisi oleh kata-kata kita
Nanti didalam kata-kata yang terdapat didalam "o", pada setiap huruf "o" didalamnya terdapat jutaan puisi yang tak pernah habis diisi oleh kita
Begitu seterusnya

Tapi walau begitu, doa kita terwujud kemarin saat seluruh dunia sebenarnya buta aksara

Seprai itu lautan

Pagi tadi lupa kau masak kolnya
Mungkin karena itu sore ini kita hanya memandang tak percaya botol-botol kaca dihadapan kata-kata milik kata

+
Ya, itu tanda tambah. Anda tak salah lihat

Jumat, 18 November 2011

Telepon

Telefon berdering cukup lama hingga aku berharap itu kamu
Lalu aku sadar bahwa kau tak pernah menelepon di hari sabtu

Kamis, 17 November 2011

Selamat tinggal rumah

Percuma menungguku saat hujan turun, aku takkan datang
Bisa kupastikan aku sedang duduk didepan pintu rumahku, melihat keluar dan tak berpikir tentang apa-apa

Tapi saat pintu sudah tiada, dupa tak bisa dibakar sembarangan, kaleng-kaleng tak punya tempat berinang, anak-anak kecil berlari-lari kegirangan, kakek pemotong dahan rambutan, orang gila yang menyapamu ramah, nenek penjual buah dibawah pelepah kelapa, penjual kopi pecinta bola, anak kecil penjaga toko, lapangan merah ditumbuhi gedung, dan beranda sudah tiada, aku hanya bisa sekedar menulis puisi sederhana ini.

Selamat tinggal, rumah.

Sabtu, 12 November 2011

Sore depan danau

Maka sore itu kita habiskan duduk berdua, menukar beberapa buah kata sampai sambil menatap danau di depan kita

Senin, 07 November 2011

Sewaktu hujan datang

Sewaktu hujan datang, tiba-tiba bayanganku pergi ke jendela, menyelinap di balik di balik jeruji, kemudian pergi begitu saja lalu kembali saat hujan reda

Sejak saat itu aku tak memiliki bayangan saat hujan. Karena itu aku malu berjalan dibawah lampu saat hujan dan lebih memilih meringkuk sendiri di dalam kamar