Senin, 27 Desember 2010

Bangkai tikus di pinggir jalan

Tak pernah ada yang peduli pada bangkai tikus di pinggir jalan:
Tentang kapan ia mati
Siapa yang menabraknya
Atau sekedar menanyakan,
"Dalam sekejap saat nyawamu diantara ada atau tiada sempatkah kau berpikir tentang takkan ada yang memikirkanmu saat kamu mati nanti?"

Hanya saya yang tahu arti puisi ini

Dalam perempatan, mobil tak pernah tahu tentang berapa banyak motor atau seberapa inginnya para pengendara-pengendara yang kerap ia maki (karena menyalip dari sebelah kiri atau berada di jalan seperti orang tak tahu diri) ingin pulang ke rumah namun tak pernah tahu rumah yang dengan siapakah didalamnya ingin dikunjungi Sayang bukan kamu

Selasa, 07 Desember 2010

Laki-laki yang kamu temui di toko sepatu

Saat ini bisa saja ia sedang berada di puncak tiang listrik memandang kebawah kemudian tertawa-tawa saat orang-orang panik mengira dirinya gila dan akan lompat kebawah atau pergi ke pantai kemudian menendang satu persatu istana pasir yang dibuat oleh anak-anak kecil mungkin juga pergi ke tengah perempatan saat ramai lalu salto beberapa kali diudara. Namun dari semua kemungkinan yang ada itu ia lebih memilih menjadi laki-laki yang tak sengaja kamu temui di toko sepatu

Minggu, 05 Desember 2010

Saat kau pergi entah kemana

Hai. Nanti saat kau dikereta entah menuju kemana kamu tak perlu takut ketika mendengar suara meraung-raung disampingmu bisa saja itu suara kereta lain yang menuju tempat asalmu dan berasal dari tempat tujuanmu nanti juga terbiasa. Kamu juga tak perlu takut juga untuk duduk berjam-jam dalam perjalananmu menuju entah kemana karena biasanya kamu membeli tiket khusus yang penumpangnya pasti mendapat tempat duduk dan walaupun yang kamu beli adalah tiket ekonomi sekalipun, bukankah orang-orang akan berebut memberikan tempat duduknya untuk gadis secantik dirimu? Nanti saat malam dingin kamu juga tak perlu takut kedinginan biasanya petugas akan membagi-bagikan selimut untuk penumpangnya andaikan tidak pun, tidur saja. Saat tidur biasanya kita sudah lupa atas segala

Jumat, 03 Desember 2010

Minggu

Disela-sela kalimat yang mengalir diantara kita tahu-tahu saja aku berpikir: "Sejak kapan aku berjalan bersama gadis secantik ini?"

Kamar

Kipas angin tentu saja memiliki kaki walau tak pernah berjalan dan gelas-gelas yang kau genggam di jemarimu tetap harus kau pegang walau kau berpikir bahwa untuk dicuci adalah kepentingan mereka Dan bukankah kau tak pernah mengeluh jika harus terus menerus menggunakan gelas-gelas kertas sekali pakai? Kertas itu bukan kotak walau memang sering tampil begitu sama seperti bassmu yang mengendap dingin sedang ampli nya tertinggal di kamar atas dan headphonemu sengaja kau tinggal di kamar kosanmu lalu dipojok kamar, buku-bukumu. Menggunung Ah, selalu senang bisa kembali ke rumah