Rabu, 29 September 2010
Cuaca
Siapa yang tak suka cuaca macam ini?
Matahari bersinar tenang sedang awan tak ambil peduli mau dipermainkan sejauh mana ia oleh angin
lalu mereka berlarian, mengumpul kemudian menyaring sinar matahari menjadi cahaya malu-malu yang menyenangkan
Dan kau ciptakan sendiri awan-awan dari tanganmu
lalu terbang keatas, dijadikan kabut di pegunungan
sedetik kemudian kuputuskan untuk mengatakan bahwa aku menyukaimua
sayang tak ada yang tahu beberapa menit kemudian hujan lebat serta petir yang menyambar-nyambar segera turun
Minggu, 19 September 2010
Setengah gram
Mimpimu setengah gram gas yang terkompres dalam suhu kamar
kecil, tak terasa namun liar mencekam
kemudian meledak-ledak tak karuan
dalam mimpimu kau berharap tertidur barusan, pukul setengah satu dini hari
sebelum tertidur kau berharap takkan pernah bisa tertidur
dan saat kau terbangun kamu benar-benar tak tahu apakah kamu sudah tertidur atau belum
namun ya, itu tadi. Mimpimu hanya setengah gram
tak ada yang tahu, tak ada yang mau tahu, tak pernah ada yang mau tahu
tapi nanti, suatu saat ketika ramai di berita orang-orang akan mencari ledakkan tabung mimpimu
padahal ya yang bermimpi itu kamu.
yang bermimpi itu kamu
Sabtu, 04 September 2010
Dongeng
Sudah lama ia tak bermimpi yang benar-benar bermimpi
dalam mimpinya belakangan ini ia hanya terbangun lalu bekerja kemudian tahu-tahu ia akan benar-benar terbangun karena dering weker di samping kasurnya
sebenarnya ingin juga ia dibangunkan oleh suara kokok ayam lalu membuka jendela lebar-lebar dan membayangkan matahari akan tersenyum seperti yang ia ingat
sayang dunia tak seromantis itu, yang tersisa (dan memang benar-benar tersisa) hanya sisa-sisa makanan di meja yang tak sempat ia bereskan karena terlalu mengantuk semalam
ah semestinya ia tak pernah beralih dari dongeng-dongeng masa kecil ke kafein dan nikotin terkutuk itu
Tuhan
Tuhan tidak akan datang dihadapanmu tiba-tiba lalu berkata seenaknya:
"Sembahlah Aku maka seluruh dunia ini untukmu!"
Karena jika begitu kamu takkan menyembah-Nya,
---------------------------------karena kau akan berpikir: untuk apa seluruh dunia saat kamu sudah tersenyum disampingku?
Ia juga takkan berteriak-teriak dengan toa butut yang hanya bisa dipakai beberapa menit walau baterainya sudah diisi seharian penuh
Karena jika Ia (atau ia) benar-benar Tuhan akan diciptakannya toa yang tak perlu diisi baterainya
--------------------------------(atau mungkin Ia tak pernah butuh toa, Ia Tuhan kan?)
Ia juga takkan menelpon telpon genggammu lalu meninggalkan pesan dan nanti dari sebuah sms oleh operatormu kau tahu bahwa Tuhan telah menghubungimu
Karena kau tak pernah ada ditempat, padahal dimana-mana adalah masjid-masjid yang dihamparkan oleh-Nya untukmu
--------------------------------karena kalau dia mau, sebenarnya ia bisa memanggilmu-kapan saja
Karena itu Tuhan akan menyapamu dengan dengan sesopan-sopannya
Lewat hembusan angin, matahari, cacing-cacing yang menggeliat, bakteri-bakteri pembusuk, bintang jatuh, serangga yang berterbangan
Dan nanti saat kau sudah menyadarinya, kamu akan terisak-isak dan tak ingat lagi yang mana dirimu yang mana dosamu
Langganan:
Postingan (Atom)