Senin, 30 November 2009
Yah,kurasa tak mengapa
Pada akhirnya bukan hujan,pelangi, atau langit cerah yang menyapaku
Tapi gelap...
Minggu, 29 November 2009
Dan kepalaku sakit
Dan kepalaku sakit, itu respon pertamaku
Aku tak sempat berpikir tentang suka, duka, atau cinta
Atau juga tentang dirimu
Apalagi tentang kita
Dan kepalaku sakit, tetap begitu
bermain dengan keterdesakkan tapi tak terbayang tentang kelapangan
Kemudian memberontak, muak
Terhadap kebodohanmu, pemaksaanmu, pembencianmu
Namun pada akhirnya definisiku tentang cinta tetap sama:
kamu
Dan kepalaku sakit, lagi...
Senin, 23 November 2009
Aku tak sengaja membunuhmu
Maaf kurasa, aku tak bermaksud begitu
Semestinya kita tak pernah bertemu
Dan lalu, air matamu memburu
Kukira sejenak lalu dan waktu keras bertalu-talu
Ah aku muak dengan segala kata-kata ini dan huruf "u"
Bukankah sudah kukatakan bahwa aku bersalah padamu?
Dan mohon semohon-mohonnya agar kau memaafkanku
Kau sendiri kan yang berkata padaku,
"Silakan buka dan ambil hatiku"
Surati aku
Surati aku jika sampai
Suatu waktu, jika kau mengerti
Suatu tempat dimana pada akhirnya kau merindukanku
Dan aku akan tetap sabar menunggu
Menunggu, menunggu, menunggu
Sampai habis waktuku
Minggu, 22 November 2009
Kamis, 19 November 2009
Selasa, 17 November 2009
Aku mencintaimu
Sudahkah kukatakan bahwa aku mencintaimu? Ah aku lupa
Tapi untuk berjaga-jaga saja andai aku lupa:
"Aku mencintaimu"
Debu debu
Diusapnya wajahnya dengan debu
Sudah tujuh kali dalam seminggu ia mengairi sungai tak pernah kering
Namun sedihnya tak hilang-hilang
Bukankah ia ada,
Lalu tiada?
Ia tak tahu
Dan tak pernah tahu
dan tak ingin tahu
Sialan
Jumat, 13 November 2009
Rabu, 11 November 2009
Abstrak
Bukankah selalu menyenangkan untuk menghitung satu dua tiga
dan tak pernah berhenti berharap
walau harapan itu mainan, dan kenyataan kadang menjadi hal yang menyakitkan
kemudian memuisikan rasa sakit dan mengeja kata-kata cinta walau terbata
Sabtu, 07 November 2009
Aku sebagai gelap
Kau berpikir:
"Kenapa aku selalu sepi dan tak ada yang menemani
di sudut kamar sendiri
di tengah gelap terbaring mati
Bukankah ada aku
Yang menjadi gelap saat kau di sudut kamar sendiri
Yang menjadi hitam suatu saat ketika kau terbaring mati
Selasa, 03 November 2009
Bulan Purnama
Lucu memang, dan kita tertawa untuknya
Terpisah ribuan kilo namun tetap melihat hal yang sama
Cahaya putih berkilat, berpendar kuat di langit malam
Lalu aku bersyukur memiliki nama yang indah
Langganan:
Postingan (Atom)