Tak pernah ada orang yang membaca puisi, aku tahu itu. Sedikit saja mungkin, kurasa kata itu lebih tepat daripada "tak pernah ada".
Aku juga tak begitu suka membaca puisi orang lain, dan berani taruhan orang lain pun berpikiran sama denganku. Tapi apa lantas itu menjadi alasan untuk tak menulis lagi? Tergantung siapa yang kau tanya. Kalau kau tanya aku jelas kujawab "Tidak!". Tulisan itu baru berguna saat ada orang yang membacanya. Sedang puisi-puisiku? Kan setidak-tidaknya ada aku yang setia membacanya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar