Selasa, 30 Juni 2009
Psikadelik
Yang mengundang ia dimalam hari itu kira-kira
;rasa takut, damai; aku sudah tak peduli
Mungkin juga kamu, tapi aku sudah lupa
Segelas alkohol, yang membakar
Lagi-lagi aku lupa
Kamu atau aku
Siapa mengundang siapa, atau siapa yang tak pernah peduli tentang:
"Siapa saja"
aku bertanya, "Siapa yang barusan berkata?"
Entah aku lupa
Mungkin alkohol, mungkin juga....
Opium
Minggu, 28 Juni 2009
Manifesto
Tak pernah ada orang yang membaca puisi, aku tahu itu. Sedikit saja mungkin, kurasa kata itu lebih tepat daripada "tak pernah ada".
Aku juga tak begitu suka membaca puisi orang lain, dan berani taruhan orang lain pun berpikiran sama denganku. Tapi apa lantas itu menjadi alasan untuk tak menulis lagi? Tergantung siapa yang kau tanya. Kalau kau tanya aku jelas kujawab "Tidak!". Tulisan itu baru berguna saat ada orang yang membacanya. Sedang puisi-puisiku? Kan setidak-tidaknya ada aku yang setia membacanya
Sabtu, 27 Juni 2009
Senin, 22 Juni 2009
Untukmu
Ada yang mengetuk pintumu perlahan saat kau menangis
Akan ada yang menunggu dengan sabar di depan kamarmu saat kau berteriak
Dan selalu ada yang tersenyum sebaik-baiknya untukmu saat kau memuja benci
Minggu, 21 Juni 2009
Larik
Menyedihkan ya? Memang! Tapi apa lantas aku peduli? Tidak
Karena ada hal-hal yang aneh itulah lantas hidup dianggap ada
Kalau kau sampai suatu titik, kau akan tahu betapa banyak titik yang ada di sekeliling kita
Ah mungkin lebih baik tulisan ini kujadikan paragraf, bukan larik-larik
Jumat, 19 Juni 2009
Bebek-bebek di utara
Entah kau yang sendiri atau memang tak tak pernah ada sepi
Kau ada dan menunggu lama tapi tak pernah ada yang datang menghampiri
Kau berharap ada damai disuatu tempat
Suatu masa; Waktu
Dan tak ada yang suka sendiri, kau berpikir seperti itu
Seperti bebek, kau merasa musim dingin tak harus ke selatan
(Tampak konyol) dan kau berpikir kau akan disana sendiri
Dan tahu-tahu tak kau sadari darimana datangnya
Hadir bebek-bebek lain
Kau tak punya panggilan untuk mereka,
tapi mungkin lebih baik kau panggil:
"Sahabat"
Kamis, 18 Juni 2009
Lorong
Kau boleh datang lalu merusak segala
Di sebuah lorong, kau berontak tak bertanya
Tak juga tentang sebuah cerita, kau anggap semua itu hina
Lalu kalau memang saatnya tiba, kurasa itu waktuku tuk bicara
Senin, 15 Juni 2009
Minggu, 14 Juni 2009
Harusnya
Harusnya ada yang menunggu dengan sabar
Tentang harapan yang tak pernah saling terkait
Dan tentang mendung yang tak pernah menjadi:
Hujan
Setia menunggu sampai reda tangismu
Diam tanpa kata saat kau sibuk berbicara
Berharap untukmu saat kau sudah bosan
Semestinya itu aku
Atau dia
Atau mereka
Atau kita
Atau ...
Semestinya itu aku
Kamis, 11 Juni 2009
Puisi sederhana
Aku ingin duduk disampingmu
Berbicara tentang ini dan itu
Lalu tertawa menghina waktu
Rabu, 10 Juni 2009
Di tempat lain
Saat ini aku benar-benar berharap
Kamu akan datang, lalu
Ah,tak disini juga tak masalah
,berada di tempat lain pun tetap menakjubkan
(asal bersamamu)
Selasa, 09 Juni 2009
Suasana
Di suatu tempat bebek bebek berkata,
"Babuabaibabu"
Kau terjemahkan sendiri menurut bahasamu
"Sungai kotor di tengah kota tak pernah seindah ini!"
Lalu mendadak seseorang protes kepadamu:
"Hei, bebek tak berbicara manusia!"
Kau balas ketus:
"Bebek pun tak pernah berkata 'Babuabaibabu', lantas apa pedulimu?"
Langganan:
Postingan (Atom)