Kamis, 26 Februari 2009
Seseorang di seberang
Aku tak tahu apakah
Atau mengapa
Aku hanya tahu
Ada seseoarang di seberang
Yang mencoba hadir sebaik-baiknya bagiku
Mengucapkan
”Selamat malam”
Sayang itu bukan kamu
Kuharap...
Minggu, 22 Februari 2009
The chili dog, lady and Mexico City
Bang! And one man die
You even didn't know who the hell is this guy
Nor his name or why he is here
You just yelled out loud:"
"Damn, i killed again..."
Minggu, 15 Februari 2009
Yang
Yang ia coba mengerti adalah
Sesuatu
Tapi ia tetap saja berandai
Andai
Kamu yang berjalan sendiri
Ia yang tertawa saat cerah
Malam yang menggelayut di pikirannya
Kemudian ia sadar, tapi muak untuk mengakuinya
Ia masih merindukanmu
dan kamu tidak...
Sabtu, 14 Februari 2009
Surat mati*
Sudahlah, aku tak perlu lagi segala perubahan yang ada didalam dirimu. Kamu sudah cantik dengan segala yang sudah ada didalam dirimu. Wajahmu, tanganmu, bahkan setiap langkahmu sudah menimbulkan hentakan nada yang bernyanyi kencang di dalam diri ini.
Kalau perlu aku katakan, keparat semua dengan semua ucapan sampah yang selalu membayangi setiap langkahmu. Segala ucapan-ucapan iri yang secara terselebung mulai mengubah dirimu sedikit-sedikit, bukan, banyak-banyak mungkin kalau mau kukatakan lebih jujur walau sebenarnya kuakui tak ada derajat dalam kejujuran…
Aku benci dengan seluruh kedaan yang mulai menyetir diri kita, bukan kau saja yang salah tapi aku juga ikut ambil bagian dalam tangisan ini. Rancangan-rancangan cacat yang disiapkan untukmu tapi turut merusak sebuah bangunan yang telah disiapkan bersama. Mereka, tanpa peduli tentang nasib kita, terus saja memacu suara-suara mereka sedemian kerasnya hingga kurasa seluruh dunia ini menghilang ketika tak mendengarnya. Mengikuti sebuah perubahan yang terpojokkan ketika dihadapkan kepada perubahan lainnya. Seakan berkata, “Kau bodoh jika tetap sama….”
Kita ini seperti rantai-rantai berkarat yang hari demi hari mulai perlahan retak dan akhirnya memutus umat ini menjadi potongan-potongan kecil yang hanya berayun sekehendak diri mereka sendiri. Sedangkan mereka mulai merayakan kemenangan gemilang perang mereka yang diraih dengan mengorbankan darah kita disekujur tanah peperangannya
Kalau ada yang membaca ini, bahkan aku sendiri tak yakin kau membaca surat ini. Sebuah salinan yang amat tak sempurna dari hati ini, yang mungkin takkan membekas di otakmu atau mungkin hanya akan menyisakan sebuah cerita tentang ucapan tak berguna. Tapi begitulah, sebuah tembakan takkan melesakkan peluru kecuali ada yang menarik pelatuknya….
14 Desember 2006
*Surat mati yang akhirnya dikirimkan
Jumat, 13 Februari 2009
Mungkin, tapi hanya mungkin
Berandai-andai itu menyenangkan
Berharap sembari berkata:
Mungkin
Sibuk mereka-reka
Kadang menerka:
Bagaimana jika?
Cih, sayang sayangku
Mungkin sekedar mungkin
Mungkin, tapi hanya mungkin...
Kamis, 12 Februari 2009
Bukan tentang Nabi
Andai Adam tahu
Tapi pikirku, ia tak ingin tahu
Ia merasa harus tunduk rendah
Karena ia hormat
Andai Musa tahu
Mungkin takkan ia biarkan arus menghempas
Atau mungkin ia berharap air pasang
Isa mungkin tak peduli
Tentang harapan dan tak pernah tunduk tuk peduli
Aku
Aku?
Langganan:
Postingan (Atom)