Rabu, 30 Oktober 2024

yang mudah itu

yang mudah itu mencintaimu,
sedang yang sulit itu berjalan bersama selamanya.

yang mudah itu mencintaimu,
yang sulit itu terbangun di pagi hari memutuskan diri untuk pergi meninggalkanmu sendiri.

yang mudah itu mencintaimu,
yang sulit itu membayangkan apa yang terjadi jika aku tidak mencintaimu

Suatu perpustakaan

ada suatu perpustakaan suatu ketika entah dimana
disimpannya baik-baik satu buku kisah cinta kita, 

mulai ditulis saat kita membuka mata
selesai tertulis dan tak pernah dibuka lagi saat kita menutup mata.

Astrolabe

suaramu kompas,
menuntun hatiku untuk sampai hatimu ribuan kilo jauhnya.

namun cintamu astrolabe,
memprediksi, mensimulasi, dan menavigasi segala sisaku.

di padang rumput pagi itu

kamu harus melihat dirimu sendiri menyaru di padang rumput berbunga pagi itu jadi kamu akan tahu bahwa aku tidak pernah berdusta pada saat berkata:

"kamulah sebaik-baiknya pandangan mata pada saat ini, sebelum-setelah ini, dan seterusnya."

aku mungkin saja berbohong tentang jam berapa aku harus menjemputmu, jam berapa mengantarmu pulang, atau sedang apa aku saat ini. 
atau mungkin berbohong tentang bagaimana perasaan cinta itu selalu timbul tenggelam lantaran waktu dan jarak diam-diam hidup menggerogoti kita perlahan.

tapi pagi itu (dan aku benar-benar bersaksi atas apa yang memiliku) bahwa aku benar-benar telah jatuh cinta kepadamu

apakah kamu akan percaya kalau kereta adalah perumpamaan waktu dalam puisi ini?

ada kereta melintas di kepalamu
diam-diam melindas jalan pikiranmu
meraung-raung dari jauh tak peduli teriakanmu
pergi menjauh ketika kamu hanya bisa menatap tak percaya