Selasa, 19 Oktober 2021

Ada terang

Ada terang telah dirampas dari matamu yang 
kalah.
Dari lampu telingamu. 
Dari pagar depan rumahmu.

Ada diam telah hadir hinggap di lidahmu yang
kelu.
Di jemarimu.
Di trotoar

Kamis, 14 Oktober 2021

Satu gelas berdua

Ditampar angin malam yang gusar, kamu memutuskan untuk berhenti dari kembara rumahmu di sebuah kedai khusus manusia:

tiga ekor babi duduk di meja.
satu ekor rusa duduk di depan pramusaji.

Kamu (manusia kukira), duduk di lantai. Mengangkat tangan kemudian berkata lantang:

"Aku minta minuman apapun yang tak pernah diminum malam ini."

Pramusaji gemetar. Seluruh minuman sudah habis. Gelas pun belum tercuci. Gemetar ia berkata,

"Tuan, maukah kamu berbagi segelas kecap asin dengan seekor rusa?"

Cuih. Kamu meludah pongah ke samping Rusa.

Belum habis amarahmu, kamu putuskan untuk pulang begitu saja.